Pengaruh Modifikasi Gaya Hidup Terhadap Karsinoma Payudara

Terimakasih sudah kembali berkunjung. Semoga bermanfaat. Jika anda merasa bedah.info bermanfaat bagi anda, silahkan informasikan pada teman-teman anda.

Karsinoma Payudara atau kanker payudara di Indonesia merupakan kondisi yang seringkali ditemukan dan ditangani dalam keadaan stadium yang sudah lanjut oleh berbagai macam penyebabnya. Ketakutan untuk memeriksakan, ketidaktahuan, ataupun masalah biaya seringkali masih menjadi penyebab dominan. Sementara keterlambatan dalam menegakkan diagnosis dan pengelolaan pasien dengan kanker payudara secara bermakna menurunkan angka harapan hidup pada pasien yang bersangkutan.

Sementara di negara maju seperti Amerika Serikat diagnosis semakin dini dan pengelolaan semakin baik tentunya dengan hasil harapan hidup dan bebas penyakit yang semakin baik pula.

Meskipun angka bebas penyakit semakin tinggi, namun ternyata angka terjadinya proses keganasan pada payudara sisi yang berlawanan juga masih relatif tinggi.

Baru - baru ini peneliti dari The Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, Washington yang dipublikasikan pada 8 September 2009 di dalam the Journal of Clinical Oncology telah menemukan bahwa kegemukan, konsumsi alkohol, dan merokok secara signifikan meningkatkan resiko untuk terjadinya kanker payudara primer kedua pada payudara kontralateral diantara para pasien yang telah survive dari kanker payudara sebelumnya.

Dimana didapatkan bahwa wanita gemuk memiliki resiko yang meningkat sampai 50% untuk terjadinya kanker payudara kontralateral, dan mereka yang mengkonsumsi alkohol 7 atau lebih perminggu memiliki resiko yang meningkat sampai 90%. Sementara mereka yang merokok memiliki resiko yang meningkat 120% untuk terjadinya kanker payudara kedua.

Sebenarnya telah diketahui sebelumnya bahwa pola hidup sangat berpengaruh terhadap terjadinya kanker payudara itu sendiri. Seperti yang telah dilaporkan oleh the American Institute for Cancer Research/World Cancer Research Fund’s , melaporkan bahwa beberapa faktor seperti menjaga berat badan, olahraga reguler, dan membatasi minum alkohol dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara. Bagaimanapun informasi mengenai faktor gaya hidup untuk mencegah terjadinya kanker pada payudara kontralateral sangat terbatas.

Menurunkan resiko untuk terjadinya kanker kedua tentunya menjadi perhatian yang penting, mengingat penyakit kanker akan menyebabkan berbagai masalah sosial dan tentunya menjadi beban biaya yang besar bagi pasien ataupun negara. Penderita kanker payudara sendiri memiliki resiko untuk terjadinya kanker payudara pada payudara kontralateral 2-6 kali lebih besar dibandingkan dengan wanita pada populasi umum untuk terjadinya kanker payudara pertama kali. Tentunya identifikasi dari faktor-faktor ytang dapat dikendalikan terhadap resiko terjadinya kanker payudara bauk yang pertama maupun yang kedua menjadi fokus perhatian yang sangat penting.

Meskipun faktor merokok dan minuman keras masih jarang menjadi faktor yang perlu menjadi perhatian di negara kita oleh karena pola hidup wanita di negara kita yang sangat jarang merokok dan minum minuman keras, namun tidak ada salahnya untuk menyebarkan informasi ini kepada masyarakat terutama yang menderita karsinoma payudara, sekecil apapun usaha kita untuk masyarakat tentunya akan memberikan manfaat yang besar dalam akumulasinya.

About the Author

Erik Prabowo

Residen Bedah Umum FK UNDIP Tahun Terakhir

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.