Da Vinci Surgery, Lompatan besar dalam Pembedahan Minimal Invasif.

Terimakasih sudah kembali berkunjung. Semoga bermanfaat. Jika anda merasa bedah.info bermanfaat bagi anda, silahkan informasikan pada teman-teman anda.

Pada 15-18 Juli lalu telah diselenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan IKABI (Ikatan Ahli Bedah Indonesia) di Surabaya dengan tema Surgery in the future. Salah satu hal yang paling menarik adalah dikemukakannya keberhasilan dari penggunaan robotic surgery dengan nama Da Vinci Si yang secara resmi diperkenalkan pada April 2009 (www.intuitivesurgical.com) meskipun penggunaannya untuk pembedahan telah digunakan jauh sebelumnya di Amerika, Eropa dan Singapura sejak Da Vinci standard 1999, Da Vinci S pada 2006 dan 2009 adalah evolusi terbaru dari bedah robotik ini. Jumlah pasien yang telah dioperasi dengan teknologi ini telah mencapai ribuan dengan hasil yang menggembirakan oleh karena berbagai keuntungan yang diperoleh baik dari sisi pasien maupun ahli bedah.

Tentunya kita harus berterimakasih pada evolusi dari teknologi minimal invasif dalam pembedahan. Evolusi dari operasi pembedahan konvensional menjadi bedah laparoskopik dengan membuat beberapa lubang di tubuh untuk melakukan pembedahan, dan kini pembedahan laparoskopik tersebut dikerjakan oleh robot yang dikendalikan oleh ahli bedah dari jarak jauh (dengan teknik wireless bisa dilakukan dari belahan manapun di dunia) dengan bantuan dari sistem Da Vinci, ahli bedah dapat melakukan operasi dengan insisi minimal hanya beberapa milimeter, namun dengan akurasi dan kontrol yang jauh lebih tinggi dibandingkan bedah laparoskopik konvensional.

Tentunya banyak reaksi yang timbul saat diperkenalkannya alat ini pada pertemuan di Surabaya ini. Saya mendengar berbagai komentar baik pro maupun kontra dari penggunaan alat ini dalam pembedahan. Satu hal yang terlintas dipikiran saya mendengar bisik-bisik mereka yang ada didepan, dibelakang dan disamping kanan kiri saya adalah hadirnya sesuatu yang baru selalu memperoleh pertentangan, dan bagaimanapun untuk saat ini tentunya alat ini belum sempurna: "alat itu terlalu mahal, klo gue sih mendingan operasi konvensional lebih cepat murah kadang lebar irisan juga kagak jauh bedanya", yang lain berucap "wuih canggih ya, tapi Indonesia sih baru bisa 30 tahun lagi" yang lain lagi berujar "saya sudah ketuaan buat belajar pake alat itu, tapi boleh juga ya, canggih" dan lain sebagainya.

Yang terpenting kita harus memiliki pikiran yang terbuka untuk menerima kemajuan, inovasi, perkembangan ilmu dan teknologi, karena orang yang memiliki pikiran seperti inilah yang akan menjadi bagian dari penyempurnaan itu, dan bagi yang berpikiran picik pada akhirnya hanya akan menjadi pengikut saja diakhirnya nanti.

Seperti yang bisa dilihat digambar, gerakan tangan operator akan menggerakan alat yang dimasukkan ke dalam tubuh sehingga penggunaan Da Vinci memberikan keuntungan bagi operator dalam tindakan yang lebih mudah, presisi yang lebih tinggi dengan gerakan tangan operator yang dapat diikuti oleh alat tangan dari robot.

Untuk lebih mengenal apa itu Da Vinci, akan saya ulas pada tulisan lainnya. Bagaimana dengan anda menanggapi teknologi baru ini? Operasi robotik? Apakah anda merasa ini adalah evolusi menuju masa depan? Ataukah hanya salah satu alternatif yang mungkin akan segera beralih? Anda yang memutuskan

About the Author

Erik Prabowo

Residen Bedah Umum FK UNDIP Tahun Terakhir

6 Responses to “ Da Vinci Surgery, Lompatan besar dalam Pembedahan Minimal Invasif. ”

  1. I added your blog to bookmarks. And i’ll read your articles more often!

  2. Interesting and informative. But will you write about this one more?

  3. I really like your blog and i respect your work. I’ll be a frequent visitor.

  4. Valuable thoughts and advices. I read your topic with great interest.

  5. In truth, immediately i didn’t understand the essence. But after re-reading all at once became clear.

  6. Very interesting and amusing subject. I read with great pleasure.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.