Venous Cut Down / Vena Seksi , Sebuah Prosedur Penyelamatan Dalam Kegawatdaruratan

Terimakasih sudah kembali berkunjung. Semoga bermanfaat. Jika anda merasa bedah.info bermanfaat bagi anda, silahkan informasikan pada teman-teman anda.

Pada tubuh manusia terdapat pembuluh-pembuluh darah yang secara garis besar terbagi atas 3 (tiga) yakni, pembuluh darah arteri, vena dan kapiler. Pembuluh darah arteri membawa darah dari jantung dan mendistribusikannya ke seluruh jaringan tubuh melalui cabang-cabangnya. Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Sedangkan pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah yang menghubungkan antara pembuluh darah arteri dan vena. Pada tulisan ini, akan dibahas mengenai pembuluh darah vena dan peranannya dalam tindakan kegawatdaruratan medis, dalam hal ini adalah dalam tindakan untuk resusitasi cairan.

Pada bidang medis, sering dilakukan prosedur pemasangan selang infus untuk terapi cairan pada pasien dengan pertimbangan untuk memperbaiki kondisi penderita. Namun pada beberapa kasus, akses untuk resusitasi cairan dengan menggunakan pembuluh darah perifer tidak dapat dilakukan maka pada beberapa kondisi ini diperlukannya untuk tindakan Venous cut down , atau vena sectie, atau dinamakan juga dengan akses vena dalam. Akses vena dalam merupakan prosedur untuk mendapatkan akses vaskuler (pembuluh darah), dimana pembuluh darah vena diekspos/dibuka dengan cara pembedahan dan kemudian kanula dimasukkan kedalam pembuluh darah vena yang kemudian digunakan untuk resusitasi cairan pada penderita dengan trauma dan syok hipovolemik (keadaan dimana terjadi kekurangan cairan tubuh yang berlebihan yang berakhir kepada kerusakan organ tubuh akibat kurangnya cairan yang bersirkulasi). Akses vena dalam (venous cutdown ) ini dilakukan hanya jika akses dengan menggunakan pembuluh darah perifer tidak dapat dilakukan dikarenakan kondisi dari fisik atau penyakit dari penderita.

Pada prosedur ini, pembuluh darah vena yang biasanya digunakan adalah vena saphena magna , yakni pembuluh darah vena yang berjalan dari mulai lipatan paha hingga pada punggung kaki. Selain pada vena saphena magna dapat pula digunakan pembuluh darah pada region antecubital (lipatan siku) atau daerah femoral (paha).

Komplikasi pada prosedur operasi ini, dapat terjadi selulitis, phlebitis, hematoma, perforasi pada dinding posterior vena, thrombosis vena, dan dapat pula terjadi kemungkinan kehilangan sensasi raba pada pembuluh syaraf yang terdapat pada daerah luka operasi.

About the Author

Arya Tjipta

Plastic Surgery Resident University of Indonesia

4 Responses to “ Venous Cut Down / Vena Seksi , Sebuah Prosedur Penyelamatan Dalam Kegawatdaruratan ”

  1. Tindakan yang kelihatannya sederhana namun sebenarnya cukup rumit. Seperti olahraga bola…. menendang, menggiring dan mengejar satu bola, tapi menyimpan kompleksitas dalam kesederhanaannya, kira-kira begitulah tindakan venous cutdown ini :)

  2. C 12 ???? - ???? ??????!



  3. dok, saya mahasiswa pendidikan dokter FK UMY semester 8.
    saat ini di skills lab kami diajarkan tentang vena seksi kanulasi intraosseus. saya kesulitan untuk mendapatkan prosedur sistematis vena seksi dan kanulasi intra osseus..
    sekiranya dokter punya referensi yang bagus untuk ini, saya mohon diberitau sumbernya..
    terimakasih sebelumnya

  4. @Wirdasari:Salam kenal, senang sekali anda tertarik dengan venous cutdown dan intraoseus infus, semua itu dapat dibaca di ATLS, oleh karena tindakannya sudah diakui dan digunakan secara luas oleh dokter dokter di Indonesia dibawah naungan komisi trauma IKABI. Jadi untuk kepustakaan dapat dijadikan acuan dari ATLS.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.