Pentingnya Video Game Bagi Ahli Bedah
Video game saat ini semakin berkembang, resolusi gambar yang semakin meningkat, jenis permainan yang semakin mendekati kenyataan membuat permainan video game semakin diminati. Ada banyak dampak buruk video game yang sudah pernah kita dengar, antara lain : malas makan, malas belajar, gangguan tidur, motorik, psikologis, sampai dengan yang ekstrim bunuh diri.
Seringkali kita dipusingkan dengan anak - anak yang tidak dapat dihentikan saat sedang bermain video game. Ok, memang cukup banyak kejelekan atau dampak negarif dari video game, namun apakah semuanya berdampak negatif?
Baru - baru ini dilaporkan suatu penelitian oleh 33 dokter dari Pusat Kedokteran Beth Israel di New York, AS yang dilibatkan dalam penelitian ini, 9 di antaranya rutin bermain video game minimal tiga jam dalam seminggu. Dibandingkan dokter yang tidak pernah bermain video game, dokter-dokter yang rajin bermain video games ini membuat kesalahan 37 persen lebih rendah, melakukan pembedahan 27 persen lebih cepat, dan mendapat nilai ketrampilan 42 persen lebih tinggi. "Ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa video game dapat meningkatkan kemampuan motorik, koordinasi tangan dan mata, penglihatan, pemahaman ruang, dan kompetensi komputer," ungkap penelitinya, Profesor Douglas Gentile dari Universitas Negeri Iowa, AS. Menanggapi temuan ini, Dr. james Rosser dari Beth Israel menyatakan bahwa video game mungkin cocok untuk melatih para calon dokter bedah.
Jadi kembali lagi bagaimana kita menyikapi tekhnologi yang ada, dapat memberikan keburukan namun juga dapat memberikan manfaat. Intinya pengendalian diri, bagaimana kita dapat berhenti bermain jika sudah waktunya untuk berhenti, ini yang paling sulit.










Setuju pak..
(bisa dipakai sebagai pembenaran nih, kalo lg main game).. hehehe
Iya pak, ini juga nyari evidence base buat pembenaran yang doyan game..
Tapi ya jangan kebablasan, sama juga dengan makan, dalam porsi yang tepat baik buat kesehatan tapi kalau berlebihan ya gak baik juga. Intinya jangan berlebihan… 