Usus Buntu (Appendiks) Tercipta Bagi Ahli Bedah
Ada suatu "Joke" dikalangan ahli bedah bahwa usus buntu atau appendiks adalah tercipta bagi ahli bedah, cukup tingginya angka kejadian apendisitis akut yang memerlukan tindakan bedah tentunya akan memberikan pendapatan bagi ahli bedah sebagai imbalan atas jasa yang dilakukannya. Benarkah demikian?
Babi, hewan yang sebagian orang anggap sebagai makanan lezat sebagian lagi menganggap sebagai makhluk yang menjijikkan , najis. Namun ahli bedah menghargainya sebagai spesies yang memiliki jenis dan susunan organ intra abdomen (perut) yang menyerupai manusia. Babi digunakan sebagai hewan latih dalam melatih skill untuk melakukan tindakan bedah laparoscopy, oleh karena kemiripan organ susunan organ internal mereka dengan manusia. Babi menjadi "guru" bagi ahli bedah, namun ada satu hal yang berbeda, babi tidak memiliki apendiks. Lalu mengapa jika susunan dan jenis organ intra abdomen babi identik dengan manusia , Allah menciptakan usus buntu pada manusia ? Benarkah usus buntu memang tercipta bagi ahli bedah.
Appendiks merupakan organ berbentuk tabung, dengan panjang sekitar 10 cm (orang dewasa), lebarnya separo jari kelingking, jadi merupakan ruangan yang sangat sempit. Lubangnya sempit di bagian pangkal dan melebar di bagian ujung. Namun, pada bayi appendiks berbentuk kerucut, lebar pada pangkalnya dan menyempit kearah ujungnya. Appendiks berpangkal di sekum (bagian usus besar didekat perbatasan antara usus halus dan usus besar).
Fungsi appendiks masih mengalami banyak perdebatan, namun para ahli meyakini antara lain sebagai berikut :
1. Berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh
Antara lain menghasilkan Immunoglobulin A (IgA) seperti halnya bagian lain dari usus. IgA merupakan salah satu immunoglobulin (antibodi) yang sangat efektif melindungi tubuh dari infeksi kuman penyakit. Loren G. Martin, professor fisiologi dari Oklahoma State University , berpendapat bahwa appendiks memiliki fungsi pada fetus dan dewasa. Telah ditemukan sel endokrinpada appendiks dari fetus umur 11 mingguyang berperanan dalam mekanisme kontrol biologis (homeostasis)." Pada dewasa, Martin berpendapat bahwa appendiks sebagai organ limfatik. Dalam penelitiannya terbukti appendiks kaya akan sel limfoid , yang menunjukkan bahwa appendiks mungkin memainkan peranan pada sistem imun. Pada dekade terakhir para ahli bedah berhenti mengangkat appendiks saat melakukan prosedur pembedahan lainnya sebagai suatu tindakan pencegahan rutin, pengangkatan appendiks hanya dilakukan dengan indikasi yang kuat, oleh karena pada kelainan saluran kencing tertentu yang membutuhkan kemampuan menahan kencing yang baik (kontinen) , appendiks telah terbukti berhasil ditransplantasikan kedalam saluran kencing yang menghubungkan buli (kandung kencing ) dengan perut sehingga menghasilkan saluran yang kontinen dan dapat mengembalikan fungsional dari buli.
2. Appendiks dianggap sebagai struktur vestigial yang tidak memiliki fungsi apapun bagi tubuh.
Dalam teori evolusi, Joseph McCabe mengatakan:
The vermiform appendage—in which some recent medical writers have vainly endeavoured to find a utility—is the shrunken remainder of a large and normal intestine of a remote ancestor. This interpretation of it would stand even if it were found to have a certain use in the human body. Vestigial organs are sometimes pressed into a secondary use when their original function has been lost.
Menurut Darwin Appendiks dulunya berguna dalam mencerna dedaunan seperti halnya pada primata. Sejalan dengan waktu, kita memakan lebih sedikit sayuran dan mulai mengalami evolusi, selama ratusan tahun, organ ini menjadi semakin kecil untuk memberi ruang bagi perkembangan lambung. appendiks kemungkinan merupakan organ vestigial dari manusia prasejarahyang mengalami degradasi dan hampir menghilang dalam evolusinya. Bukti dapat ditemukan pada hewan herbivora seperti halnya Koala. Sekum dari koala melekat pada perbatasan antara usus besar dan halus seperti halnya manusia, namun sangat panjang , memungkinkan baginya untuk menjadi tempat bagi bakteria spesifik untuk pemecahan selulosa. Sejalan dengan manusia yang semakin banyak memakan makanan yang mudah dicerna, mereka semakin sedikit memakan tanaman yang tinggi selulosa sebagai energi. Sekum menjadi semakin tidak berguna bagi pencernaan hal ini menyebabkan sebagian dari sekum semakin mengecil dan terbentuklah appendiks.
Teori evolusi menjelaskan seleksi natural bagi appendiks yang lebih besar oleh karena appendiks yang lebih kecil dan tipis akan lebih baik bagi inflamasi dan penyakit.
3. Menjaga Flora Usus
William Parker, Randy Bollinger, and colleagues at Duke University mengajukan teori bahwa appendiks menjadi surga bagi bakteri yang bergunasaat penyakit menghilangkan semua bakteria tersebut dari seluruh usus. Teori ini berdasarkan pada pemahaman baru bagaimana sistem imun mendukung pertumbuhan dari bakteri usus yang berguna. Terdapat bukti bahwa appendiks sebagai alat yang berfungsi dalam memulihkan bakteri yang berguna setelah menderita diare.
Pada akhirnya semua makhluk yang diciptakan Allah adalah dengan maksud dan tujuan tertentu. Kita harus menghargai setiap spesies dan organ yang ada padanya sebagai sesuatu yang memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.










Pengalaman saya ketika ditempatkan di daerah saat tingkat chip di PPDS dulu, ada seorang sejawat GP yang sudah terbiasa mengerjakan apendectomi. Sehingga kalo saja ada pasien yang berani datang ke UGD dengan keluhan nyeri perut, penyelesaiannya hampir dipastikan di atas meja operasi. Dan hebatnya justru penduduk setempat bangga kalo perut mereka ada sikatrik bekas operasi. Untung saja saat itu jasa pelayanan medik bagi masyarakat tak mampu masih lancar dibayar pemerintah…
So, betul juga ya.. apendik menjadi suatu organ yang relatif tak beresiko untuk ‘diuangkan(?)’ bagi mereka yg memang mampu mengeluarkannya.
Salam kenal !
Wah GP-nya hebat juga ya, kalau memang sesuai indikasi dan memang tidak ada dokter yang berkompeten didekat sana sih rasanya legal saja, tapi kalau tidak sesuai indikasi dan ada dokter yang lebih berkompeten, wah bisa kena UU Kedokteran ya Dok.. Salam kenal juga Dok, semoga dapat terus memberi masukan di bedah.info
[...] sumber : disini [...]
emang benar tu dok… buat cari makan dokter bedah hahahahahah
Salam Mas Ken,
(Lama tidak berkunjung…) Iya, asal sesuai indikasi saja operasinya, klo tidak bukannya dapet duit malah dapet tuntutan. Klo gak dari manusia sekarang, ya di akhirat nantinya… he…he..
The best information i have found exactly here. Keep going Thank you
The article is usefull for me. I’ll be coming back to your blog.
dear dokter…
ada gag foto apendix yg meradang?
jadinya kok saya khawatir yaa..apendix fungsi nya buat apa. anak saya, 2taun8bulan pasca operasi usus buntu. dia sudah mengeluh sakit hampir satu bulanan, diawali GE lalu ada kontipasi juga, di minggu ke empat, dokternya berpendapat bahwa kemungkinan cholic abdomennya adalah radang usus buntu. anak saya diminta untuk minum cairan barium dan foto 24 jam.. memang terlihat ada penyumbatan, tapi membaca artikel di atas, usus buntu pada anak bentuknya berbeda dengan dewasa. if you had a picture apendix akut pada anak.. i’d love to see it.. buat compare dengan punya saya… please email me..
terima kasih ya dok…
Assalamualikum Doc…
Saya puny anak yang baru sahaja dmembuat pembedahan appendix..tapi selepas pembedahan anak saya enggak bisa makan ..dia akan muntah..lantas dirujuk semula ..selepas dirawat muntah sudah berhenti tapi..anak saya gagal untuk membuang air besar…dia perlu meletakkan sesuatu di duburnya untuk mengeluarkan najis..apa yang sebenarnya berlaku?..untuk makluman anak saya di bedah di Kaherah Mesir..
Terima kasih..
Salam kenal Mbak Atalina,
dengan mengklik gambar amplop di kanan atas he..he..). Terimakasih.
Seperti yang sudah dijelaskan dalam tulisan saya diatas sebenarnya usus buntu punya beberapa fungsi yang sudah diketahui dan mungkin masih ada yang belum diketahui. Yang saya ingin tahu apakah putra anda berumur 2 tahun 8 bulan? Ataukah 2 tahun 8 bulan yang lalu menjalani prosedur operasi pengangkatan usus buntu? Memang GE dan kolik dapat menjadi bagian dari gejala usus buntu yang meradang, dan hasil apendikogram putra anda (minum barium kemudian di foto) menunjukkan bahwa kemungkinan usus buntu anak anda memang meradang dan sifatnya kronis (sudah beberapa lama meradang). Tapi tentunya diperlukan gabungan antara riwayat penyakit, pemeriksaan fisik serta penunjang baik laboratorium maupun radiologis untuk menegakkan diagnosis dari apendisitis (radang usus buntu) putra anda. Jadi tentunya memang dokter yang memeriksa putra anda yang tahu benar mengenai diagnosisnya. Mengenai perbedaan usus buntu pada anak dan dewasa memang usus buntu pada anak relatif lebih lebar dan pendek sehingga lebih mudah meradang, tentunya tergantung dari usia putra anda. Mengenai foto usus buntu yang meradang pada anak, tentunya akan berbeda2 tergantung stadium peradangan dan ukuran sesuai umur, jadi sulit membandingkan antara foto yang satu dengan yang lain untuk meyakinkan bahwa usus buntu itu benar-benar meradang. Demikian semoga bermanfaat. Jika anda menginginkan melihat fotonya, tunggu saja tulisan berikutnya, akan saya bahas. Tentunya tetap membaca bedah info ( sebaiknya subscribe via email
@ Bapa Rungsing :
Wa’alaikumssalam Bapak,
Agak sulit untuk menjawab pertanyaan bapak karena informasi yang sangat minim dan saya tidak dapat melakukan pemeriksaan fisik pada putra bapak. Apakah operasi usus buntu anak anda sudah pecah atau belum? Luka operasi dipinggir kanan bawah atau ditengah2 perut? Tentunya sangat penting untuk mengetahui kira2 apa yang terjadi.
Namun demikian jika prosedur yang dijalani hanya operasi biasa dengan membuat luka kecil pada perut kanan bawah maka kemungkinan yang terjadi adalah sebagai berikut. Pertama setelah menjalani prosedur operasi anak anda yang muntah2 saat makan, ada beberapa penyebab namun biasanya karena efek samping dari penggunaan obat pengurang rasa sakit ataupun antibiotika setelah pembedahan, ini hal yang biasa terjadi, jadi sebenarnya setelah obat diganti atau dihentikan akan berkurang, jarang bisa juga karena proses infeksi yang masih tersisa. Saat putra anda dirawat kembali apakah diberi obat2an tertentu untuk mengurangi rasa mual dan muntah? Jika iya, saya harap untuk semua obat dihentikan dulu. Mengenai obat yang dimasukkan lewat dubur biasanya adalah dulcolax (termasuk obat untuk mempermudah buang air besar).
Lalu apa obatnya? Sederhana saja, hentikan semua obat2an (kecuali antibiotika yang sesuai indikasi diresepkan dokter anda). Mulai bertahap makan tinggi serat (buah2an dan sayuran) yang sangat disukai putra anda (misalnya: jika suka jeruk berikan jeruk, mangga dsb, memberikan makanan yang disukai akan mengurangi efek mual secara tidak langsung) dan minum banyak air usahakan air putih, namun sekali lagi berikan minum yang paling disukainya. Serat dan air akan mempermudah buang air besar anak anda. Jadi dalam hitungan kurang dari seminggu Insya Allah masalah anak anda akan dapat teratasi. Pemberian obat2an untuk mengurangi gejala yang satu terkadang pada beberapa orang justru dapat menimbulkan gejala yang lain, yang penting dipahami disini adalah ini merupakan efek samping terapi BUKAN kesalahan terapi.
Jika keluhan tetap tidak membaik, segera hubungi dokter bedah terdekat untuk pemeriksaan lebih jauh, karena kemungkinan adalah masalah lain yang harus dicari dengan lebih baik dan perlu penanganan seorang ahli bedah. Demikian, semoga bermanfaat.
It’s a pity that people don’t realize the importance of this information. Thanks for posing it.
Hi! I like your srticle and I would like very much to read some more information on this issue. Will you post some more?
dear dokter,
Dok, sekitar pertengahan tahun 2006 saya pernah menjalani operasi usus buntu. Menurut dokter yang menangani saya, usus buntu saya sudah meradang. Disaat jam yang telah ditentukan utk operasi, panas tubuh saya mencapai 40C, dokternya akhirnya mengurungkan niat mengoperasi saya hari itu dan menunggu panas tubuh saya normal (3hari panas saya baru turun, dlm 3hari saya di beri obat penahan rasa sakit dan penurun panas dosis tinggi). Itu sekilas riwayat ttg usus buntu yg saya alami.
Yang ingin saya tanyakan adl sampai saat ini (2009)sering kali saya merasakan nyeri yang sama di bagian bekas operasi seperti sebelum di operasi usus buntu tahun 2006, Apakah hal itu normal?
Apakah saya perlu memeriksakan kembali ke dokter?
Dear Mita,
Salam kenal sebelumnya.
Jika melihat nama anda tentunya anda adalah seorang wanita. Sayang saya tidak tahu berapa usia anda. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah nyeri ataupun rasa tidak nyaman pada perut bawah kanan pada wanita bisa diakibatkan beberapa hal. Antara lain kelainan dari usus buntu, usus besar ataupun usus halus didaerah kanan bawah.
Selain itu kelainan dari saluran kencing juga dapat menimbulkan keluhan nyeri disana, dan tentunya juga dari organ wanita bagian dalam dengan berbagai penyebab.
Jadi, sebaiknya anda memang harus kembali menemui dokter anda untuk memastikan apa yang sedang anda alami.
Demikian semoga bermanfaat dan lekas sembuh
Halo Dokter…
Salam kenal ya Dok…
saya mempunyai anak berumur 12 tahun, laki2. Baru saja menjalani operasi usus buntu.
Dokter menggambil tiga jalur di daerah perut anak saya ..yaitu bagian sebelah kiri dan kanan dan di pusarnya untuk operasi.
yang ingin saya tanyakan adalah :
1. apakah nama bagian perut di sebelah kiri ?
2. apakah nama bagian perut di sebelah kanan ?
3. apakah setiap operasi usus buntu memang dilakukan seperti itu ?
dan apakah perlu perawatan intensif untuk kesembuhannya
apasaja dan bagaimana.
4. berapa lamakah untuk pasien operasi menjadi normal kembali
5. apakah boleh makan yg solid atau liquid saja?
6. jika anak saya belum juga buang air besar apakah itu
bahaya?berapa hari ya dok batasnya sampai ia bisa buang air
besarnya normal kembali.
7. apakah opearasi usus buntu ini bisa menjadi normal kembali?
demikian dok pertanyaan saya mohon maaf kalau ada yg membinggungkan
Trimakasih
iko
Erik Prabowo Reply:
August 3rd, 2009 at
Salam kenal Iko,
Kelihatannya putra anda menjalani operasi apendectomy laparoscopy. Jadi ada 3 buah tabung sebesar masing2 lebih kurang diameter telunjuk dewasa yang dimasukkan pada 3 tempat
Pertama pada umbilikus ditengah untuk memasukkan batang pertama yang berisi kamera untuk melihat isi perut
Yang kedua dan ketiga disamping kiri dan kanan perut untuk memasukkan dua alat guna memegang dan memotong.
Prinsip dengan tekhnik ini maka operasi hanya membuat luka kecil pada tiga tempat tersebut, tentunya akan cepat sembuh dibandingkan operasi standard.
Satu dua hari setelah operasi biasanya bisa dipulangkan, mungkin bisa lebih lama dengan kondisi tertentu
Untuk makan dalam 24 jam sebenarnya sudah bisa makan bubur nasi bahkan nasi, tapi sekali lagi tidak semua kondisi bisa diterapkan seperti ini.
Untuk buang air besar, kelumpuhan usus kembali normal alias bekerja dengan baik bervariasi, usus halus dalam 2 - 4 jam, lambung dalam 12-24 jam sementara usus besar dalam 2- 3 hari.
Jadi paling tidak dalam 6-12 jam setelah operasi sudah bisa dicoba minum sedikit2 dan buang air besar paling tidak dalam 2-3 hari idealnya sudah dapat dilakukan.
Untuk kondisi yang tidak sesuai seperti yang saya jelaskan diatas, ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter bedah yang melakukan tindakan operasi, karena beliaulah yang paling tahu kondisi yang dialami putra anda.
Demikian semoga bermanfaat.
hai dokter,

salam kenal. saya pungkas wanita 24 tahun dan baru dioperasi usus buntu sekitar 3 minggu yang lalu. yang ingin saya tanyakan :
1. Gejala usus buntu yang umum itu seperti apa? masalahnya, kata dokter saya sudah lama radang, tapi saya g merasakannya. hanya terkadang nyeri disebelah kiri bawah perut 8 bulan yang lalu. dan terakhir saya sering buang air kecil disertai sakit kalau orang jawa menyebutnya “anyang-anyangen” sekitar 1 minggu lalu baru terasa nyeri dan pegel di perut bagian bawah. baru setelah itu saya dioperasi usus buntu dengan luka yang panjangnya 8 cm..
2. mengingat fungsi apendik, bagaimana dengan ornag yang sudah diambil apendiknya?apakah jadi gampang sakit nantinya?
terimakasih dok atas jawabannya saya tunggu…
Erik Prabowo Reply:
November 2nd, 2009 at
Salam Kenal Mbak Pungkas,
1. Sebenarnya gejala klasik dari radang akut usus buntu itu adalah rasa nyeri pada sekitar ulu hati sampai pusar yang kemudian berpindah kekanan bawah, dapat disertai demam, peningkatan sel darah putih dan tanda serta gejala lain tergantung posisi dari usus buntu itu berada, dalam hal ini “anyang-anyangen” yang anda sebutkan bisa saja muncul karena posisi ujung usus buntu yang berdekatan dengan kandung kencing. Untuk setiap orang tanda dan gejala yang muncul dapat berbeda-beda, tidak selalu gejala klasik yang muncul, jadi untuk gejala usus buntu yang pasti tentunya ahli bedah yang merawat anda yang lebih tahu dengan memeriksa kondisi anda pada saat itu (penegakkan diagnosis dibutuhkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang, jadi HARUS bertatap muka untuk dapat memastikan diagnosis usus buntu).
2. Seperti yang sudah saya jelaskan ditulisan diatas, fungsi usus buntu itu sendiri belum begitu jelas, namun yang jelas dengan diambilnya usus buntu anda bukan berarti kemudian anda jadi gampang sakit.
Harapan saya jangan mudah terpengaruh dengan pernyataan-pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan menyesatkan dari pihak ketiga. Mudah-mudahan bermanfaat.
dok saya mau tanya tentang prosedure laparascopy pada usus buntut akut. saya pernah mengalami usus buntut akut belum pecah dan di operasi di RS A. saya minta operasinya laparascopy tetapi di tolak dengan alasan beresiko, dan waktu operasi g boleh di tunda, padahal saya meminta 12 jam untuk di operasi allhamdullilah da sehat skarang. beda dengan tman saya yang mengalami usus buntut akut yang sudah pecah tetapi di operasi laparascopi dan waktu operasi molor sampai 12 jam lebih. sekarang 12 hari dari operasi itu ada gejala penyumbatan pada kantung kemih yang membuat pasien muntah2, mual, dan susah buang air kecil. sebelumnya kontrol setelah operasi itu jalan lancar gada tanda2 pada kantung kemih. sekarang dia di minta operasi lagi untk ngangkat penyumbatan.
saya sudah tanya ke dokter selain dokter bedah itu, yang sama2 merawat teman saya tp gada penjelasan.
mohon penjelasan
Erik Prabowo Reply:
November 2nd, 2009 at
Salam Kenal Mas Rustam,
Prinsipnya untuk melakukan pilihan teknik operasi terhadap seorang pasien atas suatu penyakit yang dialaminya adalah berdasarkan Clinical Judgement dokter yang bersangkutan atas dasar ilmu dan pengalaman yang tidak bisa dijelaskan secara sederhana. Prinsipnya Medical is science and art, jadi ada seni tersendiri untuk memutuskan suatu tindakan. Pastinya setiap dokter dalam tindakannya dapat menjelaskan secara ilmiah mengapa ia mengambil tindakan tersebut.
Yang kedua apa yang dialami oleh teman anda sementara dapat kita anggap sebagai resiko medis. Jadi prinsipnya untuk setiap tindakan medis ada resiko medisnya yang terkadang tidak dapat kita hindari , selama tindakan yang dilakukan sesuai dengan prosedur maka yang dialami rekan anda itu adalah resiko medis. dan sekali lagi dokter anda melakukan tindakan yang dapat menjelaskan, karena ialah yang paling tahu seperti apa dan separah apa penyakit yang anda alami. Jadi tidak dapat begitu saja kita samakan kondisi anda dan teman anda. Semoga bermanfaat.
Dokter..
Suami saya berumur 45th, awalnya sering mengalami mual-mual,keringet dingin,demam,lemas,dada kadang terasa sakit dan sering kleyengan dan insomnia akut (klo tidur cepat tengah malam bangun dan baru bisa tidur lagi pagi, atau bisa ga tidur sama sekali). Klo gejala itu datang awalnya paling suami saya mengandalkan obat biasa spt obat maag, obat skt kpala atau cuma sekedar digosok.. klo ga tahan baru ke internist tapi sudah bolak balik ke internis gejala2 itu nyerang ga kenal waktu(obat2 yg diminum sifatnya cm sesaat).
sampai akhirnya setelah observasi hampir 2mgu ga ada perubahan dokter menyarankan untuk endoskopi krn dikhawatirkan terjadi radang di saluran pencernaan..,setelah melakukan endoskopi,tgl 3 nov suami saya di opname di salah satu RS International(msh di Jakarta) tgl 5 nov dilakukan operasi usus buntu..tapi setelah dilakukan ooperasi tsb, keadaan suami saya masih juga belum membaik sampai saat saya menulis ini..masih di infus dan demamnya masih belum berakhir juga..dan masih insomnia plus badan yang lemes.
Kemudian dokter menyarankan agar suami saya melakukan pemeriksaan liver..,ternyata katanya memang ada yang ga beres dengan fungsi hati suami saya..(proses pemulihannya memang jd lebih lama krn harus periksa ini itu..)saat ditanya sebenarnya suami saya sakit apa, sampai skrg kita blom tau jenis penyakit apa bahkan blom tau kepastian kapan bisa pulang..
Yang ingin saya tanyakan..,kalo mmg benar fungsi hati suami saya ada yg ga beres..,lalu kenapa harus operasi usus buntu..?(krn ga ada perubahan)..suami saya masih demam,lemas dan insomnia setelah operasi..? Apakah ini hal yg normal/wajar atau bisakah ini dianggap malpraktek krn salah diagnosa..?
Mohon penjelasannya.. Atas jawaban dokter, saya sampaikan trm ksh
Dokter, anak saya perempuan 6th baru saja operasi usus buntu, diagnosa radang usus buntu akut.
Gejala awal sakit perut, muntah 2 kali tapi cuma sedikit, ketika dipencet yang kanan bawah lebih sakit. Saya diperlihatkan foto usus buntunya sewaktu dikeluarkan, sebelum dipotong. Kata drnya urat2 merah yang banyak inilah yang menunjukkan kalau itu radang. Apakah benar begitu? apa saja tanda fisik pada usus buntu yang menunjukkan bahwa terkena radang? setelah 2 hari pasca operasi, perut bagian tengah masih sakit, apa sebabnya? Thx
Dokter,
Anak saya berumur 11 tahun. Dia sering mengeluh perutnya tidak enak kl habis makan, katanya perutnya panas & diperut sebelah kiri agak sakit. Setelah saya bawah ke Dokter bedah di Magelang (anak saya mondok di Pesantren) katanya anak saya menderita usus buntu dan hrs dioperasi. Untuk lebih meyakinkan lagi, saya bawa anak saya ke internist di jakarta & setelah diperiksa lab tenyata hasilnya usus buntu anak saya ngegrumpel (maaf mungkin istilah yang saya salah) lalu di ksh obat (anti biotik & obat alergi). Waktu saya tanyakan apa hrs dioperasi, dokter tsb lalu memberi rujukan ke dokter bedah. Setelah di rontgen (pemeriksaan yg diminta : APPENDICOGRAM) ternyata usus buntunya tidak kelihatan/tampak diphoto. hASILNYA sbb. :
KONTRAS BARIUM YANG DIMINUM MASIH BERADA DI DALAM CAECUM DAN USUS-USUS BESAR LAINNYA. DIDALAM LUMEN APPENDIX TIDAK TAMPAK BAHAN KONTRAS. TIDAK TAMPAK INDENTASI PADA SISI MEDIAL CAECUM.
KESAN : NON FILLING APPENDIX
Pertanyaan saya apakah anak saya harus dioperasi ? apakah ada jalan lain (tidak operasi, hanya minum obat saja). Sekarang ini dia msh minum obat dan kelihatannya tidak ada keluhan
Jawaban dokter sangat saya nantikan, mengingat biaya untuk operasi buat saya sangat…sangat.. mahal sekali.
Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.
Salam,
Rosady
Erik Prabowo Reply:
December 11th, 2009 at
Salam Kenal,
Pertanyaan anda sudah saya jawab via mail. Untuk jelasnya tunggu post tentang apendisitis / radang usus buntu.
dokter .. salam kenal seblum nya ..
sya sinta dan umur saya 15thn .. sekitar satu minggu lebih saya telah menjlani operasi usus buntu,.
dokter yg mengoperasi sya mengambil tiga jalur di perut sya yaitu di kanan bgian bwah, di bagian pusar dan di bagian bawah pusar,
yg saya ingin tnya,
-dinamakan operasi apa itu?
-apa saja pantangan makanan stlah mnjalani operasi usus buntu?
-selang berapa hari saya bisa makan bebas lagi? krna saya smpai hri ini baru makan nasi lembek
-apakah benar stelah operasi usus buntu berat bdan akan trus brtmbah walaupun makan hnya sdikit?
-apakah ada dampak lain stlah oprasi ini?
thx before .. dan maaf jika merepotkan ..
@ Shinz, kelihatannya anda baru saja menjalani operasi laparoscopy apendektomi. Sebenarnya tidak ada pantangan makanan setelah anda melakukan prosedur ini, jika ada , maka tidak berhubungan dengan operasi yang anda lakukan. Anda telah menjalani operasi satu minggu yang lalu, dan anda bebas makan apa saja seperti sebelum anda menjalani prosedur operasi tersebut.
tidak ada hubungan sama sekali prosedur operasi ini dengan bertambahnya berat badan.
Untuk pertanyaan apakah dengan menjalani prosedur ini menyebabkan anda lebih. mudah bertambah berat badan , ini 100% hanyalah mitos semata