Benarkah Jamu Bikin Lambung Bocor?
Mungkin sudah banyak beredar informasi dikalangan Dokter bahkan masyarakat luas bahwa jamu dapat menyebabkan kebocoran pada lambung ( perforasi gaster ). Benarkah demikian?
Jika kita berbicara mengenai hal ini, tentunya harus sangat berhati-hati dan bertanggungjawab, mengapa? Karena jamu merupakan obat tradisional Indonesia dan merupakan warisan budaya nenek moyang, bayangkan dampaknya bagi masyarakat luas dan pihak asing yang mendengar pernyataan yang kurang bertanggungjawab, "jamu Indonesia membahayakan bisa membuat lambung bocor" . Tentu efeknya akan sangat merugikan bangsa kita sendiri.
Tapi seandainya hal ini benar , jangan sampai juga kita terlambat memberikan informasi ini kepada masyarakat. Lalu bagaimana? Manakah yang benar?
Jika merujuk pada evidence base medicine -nya : perforasi gaster didahului oleh tukak peptik ( PUD = Peptic Ulcer Disease) terbanyak disebabkan oleh infeksi dari Helicobacter pylori dan konsumsi obat golongan antiinflamasi non steroid (NSAID) .
- Data dari Amerika, 70% dari PUD disebabkan oleh infeksi H pylori .
- NSAID menyebabkan sekitar 25% dari PUD yang merupakan akibat sekunder dari penurunan produksi prostaglandin yang diakibatkan oleh inhibisi dari cyclooxygenase .
Untuk di Indonesia belum terdapat data yang jelas, namun tentunya dapat kita simpulkan bahwa infeksi dari H pylori sebagai penyebab dari tukak peptik yang dapat berlanjut menjadi perforasi gaster.
Lalu apa hubungannya dengan jamu? Mari kita kembali pada beberapa waktu yang lalu, santer diberitakan diberbagai media masa bahwa terdapat 54 produk jamu yang tidak terdaftar pada BPOM dan mengandung bahan kimia berbahaya. Bahan yang banyak digunakan antara lain sibutramin, hidroklorida, sildenafil sitrat, siproheptadin, fenilbutason, asam mefenamat, prednison, metampiron, teofilin, dan parasetamol . Semua dalam penggunaannya memerlukan resep dokter.
Penggunaan bahan kimia obat keras secara sembarangan sangat berbahaya bagi kesehatan. Sildenafil sitrat , misalnya, dapat menyebabkan sakit kepala, mual, nyeri perut, nyeri dada, dan bahkan kematian. Adapun Metampiron dapat menyebabkan gangguan saluran cerna, pendarahan lambung, gangguan ginjal, dan bahkan kematian. Prednison merupakan Steroid yang dapat menyebabkan tukak lambung jika digunakan secara tidak tepat.
Jadi jelaslah mengapa JAMU DAPAT MENYEBABKAN KEBOCORAN LAMBUNG, bukan disebabkan oleh karena JAMU itu sendiri , namun bahan -bahan kimia tertentu yang secara tidak bertanggungjawab dimasukkan kedalam produk jamu tersebut.
Selama bertugas dibagian Bedah RS Dr. Kariadi, beberapa kali saya menjumpai kasus perforasi gaster, dengan adanya riwayat mengkonsumsi jamu pegel linu secara rutin. Setelah dikonfirmasi lebih jauh, ternyata jamu-jamuan yang mereka konsumsi memang bukan berasal dari produk yang terdaftar pada BPOM.
Kesimpulannya : Berhati-hatilah saat hendak mengkonsumsi jamu, pastikan bahwa jamu tersebut telah terdaftar pada BPOM, konsumsilah jamu secara bertanggungjawab. Yang dimaksud dengan bertanggungjawab disini adalah mengkonsumsi secara hati-hati dan tidak berlebihan (oleh karena produk jamu tidak memiliki dasar penelitian farmakologis yang mendalam sehingga dosis dan waktu pemberian harus berhati-hati). Hentikan konsumsi jamu tersebut jika terdapat nyeri pada perut bagian atas dan segerah berkonsultasi pada dokter anda.










[...] Kesimpulannya : Berhati-hatilah saat hendak mengkonsumsi jamu, pastikan bahwa jamu tersebut telah terdaftar pada BPOM, konsumsilah jamu secara bertanggungjawab. Yang dimaksud dengan bertanggungjawab disini adalah mengkonsumsi secara hati-hati dan tidak berlebihan (oleh karena produk jamu tidak memiliki dasar penelitian farmakologis yang mendalam sehingga dosis dan waktu pemberian harus berhati-hati). Hentikan konsumsi jamu tersebut jika terdapat nyeri pada perut bagian atas dan segerah berkonsultasi pada dokter anda. Sumber : disini [...]
@ Asep Rosmana : Benar Mas, mengkonsumsi jamu memang harus berhati-hati, pastikan mengkonsumsi hanya jamu yang aman yang telah terdaftar pada BPOM, namun juga kewajiban bagi kita pada dokter dan ilmuwan untuk meneliti lebih jauh tentang manfaat jamu tradisional kita, sehingga nantinya dapat diterima secara meluas di dunia internasional sebagai salah satu pilihan terapi dalam pengobatan suatu penyakit. Rekan - rekan di Bagian Bedah FK UNDIP saat ini sedang meniliti mengenai manfaat Mahkota Dewa terhadap Kanker payudara. Semoga akan terus diikuti rekan -rekan lainnya.
Halo Erik.. Wah teman saya satu ini memang benar2 hebat. Sudah jago di kandang dan sempat bertandang keluar negeri juga. Iya, saya tidak sengaja menemukan blog Erik. Kagum…ternyata benar2 terampil ya. Terampil dalam memainkan pisau bedah sekaligus dalam hal menulis. Artikel2nya banyak mengundang keingintahuan awam.
Seperti soal jamu ini. Susahnya orang seringkali tidak berpikir sejauh, selain itu jamu kan sesuatu yang sangat mudah ditemukan dimana2. Oya, soal infeksi H. pyloric, di bagian anak memang makin banyak anak2 yang alami gastritis, padahal mereka masih sangat muda. Umumnya mereka datang juga sudah berlangsung lama penyakitnya karena memang seringnya asimptomatik.
Semoga, penelitian yang Erik tadi katakan soal Mahkota Dewa dapat berhasil sehingga bermanfaat untuk orang banyak. Sukses buat penelitinya.
Iya Bu, memang berbahaya sekali mengkonsumsi sesuatu yang tidak ada aturannya yang jelas. Karena itu kita sangat berharap pemerintah segera mendorong penelitian yang lebih baik untuk semua jenis jamu dari tanaman asli Indonesia, dan tentunya memfasilitasi mereka yang mau melakukan penelitian obat dari tanaman tradisional Indonesia di berbagai bidang ilmu kesehatan. Tentu saja pada akhirnya hasilnya juga akan dirasakan oleh bangsa ini. jangan sampai nantinya jamu kita dipatenkan negara lain.
trus gimana dong dengan jamu gendong ????
coz anak saya sering minum jamu gendong yang dijual ama mbak yu…
khan jmu model gitu g’ ada aturan minumnya and g’ terdaftar di badan POM.
@Pak Awan:
Jamu gendong termasuk warisan budaya dengan campuran ramuan tertentu, saya sendiri suka dengan jamu beras kencur bukan sacet-an. Beberapa rumah makan di Semarang menyediakan minuman ini, jadi seharusnya pemerintah lebih proaktif juga untuk membangun rasa aman baik bagi penjual dan pembeli dengan mendatangi produsen jamu gendong, mengevaluasi proses pembuatan dan memberikan tanda tertentu bahwa jamu ini adalah alami dan aman dikonsumsi,seperti halnya FDA dengan GRAS-nya(generally recognized As safe). Sementara karena tidak adanya pengesahan tertentu dari badan POM untuk jamu gendong, sebaiknya dengan pendekatan personal dengan menanyakan langsung kepada penjualnya apa bahan yang dicampurkan adalah bahan-bahan alami atau tidak. Apapun jangan sampai warisan luhur nenek moyang kita ini nantinya musnah karena ketakutan masyarakat untuk mengkonsumsi karena ketidakpercayaan.