Da Vinci Surgery, Lompatan besar dalam Pembedahan Minimal Invasif.

Jika anda pertama kali berkunjung, tentunya anda ingin mendaftar di RSS feed bedah.info. Terimakasih sudah berkunjung!... 

Da Vinci Surgery, Lompatan besar dalam Pembedahan Minimal Invasif.

Sindroma Apert : Mengenal Dan Penanganannya

Pada tahun 1906, seorang ilmuwan asal Perancis, Eugene Apert, mendeskripsikan Sembilan orang dengan kelainan yang sama. Yakni terdapat... 

Sindroma Apert : Mengenal Dan Penanganannya

Apakah penyebab Meninggalnya Mariana Bridi da Costa?

Sungguh tragis apa yang dialami oleh Mariana Bridi da Costa seorang model Brazil usia 20 tahun. Seperti banyak diberitakan... 

Apakah penyebab Meninggalnya Mariana Bridi da Costa?

Usus Buntu (Appendiks) Tercipta Bagi Ahli Bedah

Ada suatu "Joke" dikalangan ahli bedah bahwa usus buntu atau appendiks adalah tercipta bagi ahli bedah, cukup tingginya... 

Usus Buntu (Appendiks) Tercipta Bagi Ahli Bedah

Steve Jobs “Sang Apple” terkena Kanker Pankreas

Steve jobs sang maestro dibidang komputer, pendiri dan CEO dari perusahaan Apple, pada 31 Juli 2004 telah menjalani... 

Steve Jobs

Setelah Operasi Dilarang Makan Telur!

Ada suatu kepercayaan dari masyarakat Jawa yang entah sejak kapan mulainya yaitu setelah menjalani suatu operasi penderita diharamkan untuk... 

Setelah Operasi Dilarang Makan Telur!

Usus Buntu (Appendiks) Tercipta Bagi Ahli Bedah

Ada suatu "Joke" dikalangan ahli bedah bahwa usus buntu atau appendiks adalah tercipta bagi ahli bedah, cukup tingginya angka kejadian apendisitis akut yang memerlukan tindakan bedah tentunya akan memberikan pendapatan bagi ahli bedah sebagai imbalan atas jasa yang dilakukannya. Benarkah demikian?
Babi, hewan yang sebagian orang anggap sebagai makanan lezat sebagian lagi menganggap sebagai [...]

Other posts in Digestive

Sindroma Apert : Mengenal Dan Penanganannya

Pada tahun 1906, seorang ilmuwan asal Perancis, Eugene Apert, mendeskripsikan Sembilan orang dengan kelainan yang sama. Yakni terdapat kelainan dengan adanya acrocephalosyndactyly, yang secara bahasa, “acro” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “puncak”, menunjukkan kelainan pada kepala yang berbentuk meruncing keatas. “Cephalo” yg juga berasal dari bahasa Yunani yang artinya “kepala”. Dan “syndactyly” artinya [...]

Kacang Kedelai Untuk Kanker Payudara

Mengkonsumsi kacang kedelai untuk sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin adalah menu sehari-hari. Baik berupa tempe, tahu, susu kacang kedelai dan berbagai macam produk olahan lainnya. Selama ini mungkin kita tidak terlalu memperhatikan apa saja manfaat yang dikandungnya, selain kandungan protein nabatinya yang tinggi. Baru - baru ini dalam penelitian berbasis populasi terhadap lebih dari [...]

Other posts in Oncology

Sindroma Apert : Mengenal Dan Penanganannya

Pada tahun 1906, seorang ilmuwan asal Perancis, Eugene Apert, mendeskripsikan Sembilan orang dengan kelainan yang sama. Yakni terdapat kelainan dengan adanya acrocephalosyndactyly, yang secara bahasa, “acro” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “puncak”, menunjukkan kelainan pada kepala yang berbentuk meruncing keatas. “Cephalo” yg juga berasal dari bahasa Yunani yang artinya “kepala”. Dan “syndactyly” artinya [...]

Venous Cut Down / Vena Seksi , Sebuah Prosedur Penyelamatan Dalam Kegawatdaruratan

Pada tubuh manusia terdapat pembuluh-pembuluh darah yang secara garis besar terbagi atas 3 (tiga) yakni, pembuluh darah arteri, vena dan kapiler. Pembuluh darah arteri membawa darah dari jantung dan mendistribusikannya ke seluruh jaringan tubuh melalui cabang-cabangnya. Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Sedangkan pembuluh darah kapiler adalah pembuluh [...]

Apakah penyebab Meninggalnya Mariana Bridi da Costa?

Sungguh tragis apa yang dialami oleh Mariana Bridi da Costa seorang model Brazil usia 20 tahun. Seperti banyak diberitakan di Internet Mariana Bridi Da Costa jatuh sakit pada Desember 2008 saat dokter pertama kali mendiagnosis (beberapa media menyatakan sebagai misdiagnosis ) dengan batu ginjal . Saya pribadi lebih berhati-hati dengan pernyataan tersebut. [...]

Kacang Kedelai Untuk Kanker Payudara

Mengkonsumsi kacang kedelai untuk sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin adalah menu sehari-hari. Baik berupa tempe, tahu, susu kacang kedelai dan berbagai macam produk olahan lainnya. Selama ini mungkin kita tidak terlalu memperhatikan apa saja manfaat yang dikandungnya, selain kandungan protein nabatinya yang tinggi. Baru - baru ini dalam penelitian berbasis populasi terhadap lebih dari 5000 penderita kanker payudara didapatkan bahwa kedelai dapat menurunkan risiko kematian dan rekurensi dari kanker tersebut. [JAMA 2009;302(22):2437-2443].

Penelitian ini menyanggah kekhawatiran yang ditimbulkan penelitian sebelumnya pada 2001 yang menemukan bahwa kandungan isoflavones didalam makanan olahan kedelai dapat menstimulasi pertumbuhan kanker payudara pada hewan coba [Ann Pharmacother 2001;35(9):1118-1121]

Pada akhirnya, bagi kita bangsa penggemar tempe dan tahu . Tidak perlu takut untuk mengkonsumsinya, pada dasarnya kita kembali pada Sunah: makan dan minumlah engkau tapi jangan berlebih-lebihan. Saya pribadi sangat menyukai tempe dan tahu, apapun infonya saya tetap suka makan tempe dan tahu :) dan untungnya penelitian terbaru ini merupakan kabar baik!

Dapatkah Pemeriksaan Darah Mendeteksi Kanker Prostat?

Jika kita berbicara tentang keganasan yang paling menakutkan pada wanita, maka secara spontan setiap orang akan spontan menyebutkan kanker payudara dan leher rahim, namun jika kita berbicara tentang keganasan yang paling menakutkan pada pria maka jawabnya adalah kanker prostat. Bayangkan akibat berat yang ditimbulkan dari kanker ini: kehilangan kemampuan sexual, dan kehilangan kemampuan buang air kecil dengan baik, sungguh penyakit yang mengerikan. Tentunya semua berharap adanya suatu pemeriksaan secara cepat dan sederhana yang dapat mendeteksi secara dini adanya kanker prostat. PSA (Prostate Specific Antigen) merupakan pemeriksaan sederhana dengan mengambil sedikit darah dari pembuluh vena yang biasanya dapat diambil dari lengan selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap kadar PSA yang terkandung didalamnya untuk dijadikan sebagai dasar dalam mengevaluasi hasil terapi dari kanker prostat, setelah terapi terhadap kanker prostat jika kadar PSA turun maka dapat disimpulkan terapi berhasil, dan selanjutnya dievaluasi secara berkala jika suatu saat kadar PSA meningkat kita harus hati-hati bahwa kemungkinan penyakit kanker prostat tersebut kembali muncul. Telah cukup lama menjadi perdebatan, dapatkah PSA selain sebagai follow up terapi digunakan pula untuk deteksi dini dari adanya kanker prostat? Baru - baru ini sekelompok peneliti dari Umeå University, Swedia beserta IARC(International Agency for Research on Cancer) dalam suatu Jurnal yang diterbitkan di BMJ (British Medical Journals) 2009. Dimana dilakukan penelitian terhadap 540 subjek penelitian dan 1034 kontrol yang dilakukan pengambilan darah untuk diperiksa kadar PSA mereka. Dari penelitian tersebut dilakukan pengukuran validitas PSA untuk mendiagnosis kanker prostat dengan hasil area dibawah kurva untuk PSA adalah 0.84 (95% confidence interval 0.82 sampai 0.86). Pada nilai PSA 3, 4, dan 5 ng/ml, sensitifitas adalah 59%, 44%, dan 33%, sementara spesifisitas 87%, 92%, dan 95%. Nilai yang biasa digunakan untuk menganggap adanya suatu kanker prostat adalah PSA 10ng/ml. Sehingga dari penelitian ini disimpulkan bahwa tidak tidak ada suatu nilai untuk konsentrasi PSA yang dapat digunakan untuk screening dini kanker prostat. Namun satu hal yang didapatkan dari penelitian ini adalah konsentrasi PSA dibawah 1.0 ng/ml dapat menyingkirkan diagnosis kanker prostat pada follow up. Sehingga biomarker lain untuk deteksi dini dari kanker prostat dibutuhkan agar suatu saat kita dapat melakukan screening terhadap deteksi dini kanker prostat pada masyarakat luas.