Sindroma Apert : Mengenal Dan Penanganannya

Pada tahun 1906, seorang ilmuwan asal Perancis, Eugene Apert, mendeskripsikan Sembilan orang dengan kelainan yang sama. Yakni terdapat... 

Sindroma Apert : Mengenal Dan Penanganannya

Perawatan Luka Robek Terkelupas (Vulnus Avulsi).

Di Negara kita yang jumlah sepeda motornya sangat tinggi serta kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas yang masih rendah mengakibatkan... 

Perawatan Luka Robek Terkelupas (Vulnus Avulsi).

Apakah penyebab Meninggalnya Mariana Bridi da Costa?

Sungguh tragis apa yang dialami oleh Mariana Bridi da Costa seorang model Brazil usia 20 tahun. Seperti banyak diberitakan... 

Apakah penyebab Meninggalnya Mariana Bridi da Costa?

Usus Buntu (Appendiks) Tercipta Bagi Ahli Bedah

Ada suatu "Joke" dikalangan ahli bedah bahwa usus buntu atau appendiks adalah tercipta bagi ahli bedah, cukup tingginya... 

Usus Buntu (Appendiks) Tercipta Bagi Ahli Bedah

Steve Jobs “Sang Apple” terkena Kanker Pankreas

Steve jobs sang maestro dibidang komputer, pendiri dan CEO dari perusahaan Apple, pada 31 Juli 2004 telah menjalani... 

Steve Jobs

Setelah Operasi Dilarang Makan Telur!

Ada suatu kepercayaan dari masyarakat Jawa yang entah sejak kapan mulainya yaitu setelah menjalani suatu operasi penderita diharamkan untuk... 

Setelah Operasi Dilarang Makan Telur!

Usus Buntu (Appendiks) Tercipta Bagi Ahli Bedah

Ada suatu "Joke" dikalangan ahli bedah bahwa usus buntu atau appendiks adalah tercipta bagi ahli bedah, cukup tingginya angka kejadian apendisitis akut yang memerlukan tindakan bedah tentunya akan memberikan pendapatan bagi ahli bedah sebagai imbalan atas jasa yang dilakukannya. Benarkah demikian?
Babi, hewan yang sebagian orang anggap sebagai makanan lezat sebagian lagi menganggap sebagai [...]

Other posts in Digestive

Sindroma Apert : Mengenal Dan Penanganannya

Pada tahun 1906, seorang ilmuwan asal Perancis, Eugene Apert, mendeskripsikan Sembilan orang dengan kelainan yang sama. Yakni terdapat kelainan dengan adanya acrocephalosyndactyly, yang secara bahasa, “acro” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “puncak”, menunjukkan kelainan pada kepala yang berbentuk meruncing keatas. “Cephalo” yg juga berasal dari bahasa Yunani yang artinya “kepala”. Dan “syndactyly” artinya [...]

Hati-Hati Sakit Gigi! Ludwig Angina datang Nyawa Taruhannya

Sakit gigi seringkali dianggap hal remeh, cukup beli obat di warung atau beli saja obat tradisional selesai sudah masalahnya. Namun jika sakit gigi sudah bertambah parah, barulah dokter gigi dicari. Lalu, apa hubungannya dengan Bedah?
Adalah Ludwig Angina sebagai suatu penyakit kegawatdaruratan Bedah Onkologi, merupakan terjadinya penyebaran infeksi secara difus progresif dengan cepat yang menyebabkan [...]

Sindroma Apert : Mengenal Dan Penanganannya

Pada tahun 1906, seorang ilmuwan asal Perancis, Eugene Apert, mendeskripsikan Sembilan orang dengan kelainan yang sama. Yakni terdapat kelainan dengan adanya acrocephalosyndactyly, yang secara bahasa, “acro” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “puncak”, menunjukkan kelainan pada kepala yang berbentuk meruncing keatas. “Cephalo” yg juga berasal dari bahasa Yunani yang artinya “kepala”. Dan “syndactyly” artinya [...]

Other posts in Plastic

Venous Cut Down / Vena Seksi , Sebuah Prosedur Penyelamatan Dalam Kegawatdaruratan

Pada tubuh manusia terdapat pembuluh-pembuluh darah yang secara garis besar terbagi atas 3 (tiga) yakni, pembuluh darah arteri, vena dan kapiler. Pembuluh darah arteri membawa darah dari jantung dan mendistribusikannya ke seluruh jaringan tubuh melalui cabang-cabangnya. Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Sedangkan pembuluh darah kapiler adalah pembuluh [...]

Apakah penyebab Meninggalnya Mariana Bridi da Costa?

Sungguh tragis apa yang dialami oleh Mariana Bridi da Costa seorang model Brazil usia 20 tahun. Seperti banyak diberitakan di Internet Mariana Bridi Da Costa jatuh sakit pada Desember 2008 saat dokter pertama kali mendiagnosis (beberapa media menyatakan sebagai misdiagnosis ) dengan batu ginjal . Saya pribadi lebih berhati-hati dengan pernyataan tersebut. [...]

Sindroma Apert : Mengenal Dan Penanganannya

Pada tahun 1906, seorang ilmuwan asal Perancis, Eugene Apert, mendeskripsikan Sembilan orang dengan kelainan yang sama. Yakni terdapat kelainan dengan adanya acrocephalosyndactyly, yang secara bahasa, “acro” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “puncak”, menunjukkan kelainan pada kepala yang berbentuk meruncing keatas. “Cephalo” yg juga berasal dari bahasa Yunani yang artinya “kepala”. Dan “syndactyly” artinya terdapatnya kelainan pada jari tangan dan kaki yang menyatu. Pada beberapa kasus terdapat pula kuku jari yang menyatu dan terdapat kuku yang kecil (micronichia). Sindroma Apert juga dikenal sebagai sindroma Alpert merupakan kelainan kongenital dengan bentuk acrocephalosyndactyly dengan karakteristiknya terdapat malformasi dari tulang tengkorak, wajah, tangan dan kaki.

Angka kejadian dari sindroma Apert ini sekitar 1 per 160.000 sampai 1 per 200.000 kelahiran hidup.

Pada embriologi, jari tangan dan kaki mempunyai beberapa sel yang selektif yang kemudian akan mati, yang dinamakan juga sebagai proses apoptosis, yang kemudian akan mengakibatkan terjadinya pemisahan dari masing-masing jari tangan dan kaki. Pada kasus acrocephalosyndactyly, kematian sel secara selektif tidak terjadi, hal ini terutama pada kulit, dan pada kasus yang jarang terjadi dapat juga tidak terjadi apoptosis pada tulang sehingga jari tangan dan kaki menyatu.

Pada sindroma Apert ini terdapat kelainan tulang-tulang cranium (tengkorak), hal ini serupa dengan kejadian pada sindroma Crouzon dan sindroma Pfeiffer. Craniosynostosis ini terjadi akibat dari bersatunya tulang-tulang tengkorak dan wajah yang dini, yang terjadi pada masa kehamilan, yang kemudian mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otak yang normal. Sindroma Apert ini merupakan gabungan antara craniosynostosis, kelainan bentuk pada wajah, dan terdapat syndactyly simetris pada tangan dan kaki.

Bentuk wajah pada pasien dengan sindroma Apert ini mempunyai karakteristik. Terdapat adanya dahi yang menonjol dan penderita sindroma Apert ini mempunyai rongga mata yang dangkal sehingga adanya proptosis, hypertelorism (jarak antara kedua mata yang berjauhan). Satu per tiga tengah dari wajahnya terdapat hypoplastik dikarenakan penggabungan tulang-tulang kepala, dan dengan adanya mandibula yang normal memberikan penampakan prognatisme atau rahang bawah yang terlihat lebih kedepan. Pada bagian hidung, tampak adanya depresi pada batang hidung, sehingga hidung tampak seperti berpunuk. Terdapat juga frekwensi yang tinggi pada penderita sindroma Apert untuk terjadi defek pada palatum (langit-langit) dan uvula bifida (anak lidah yang terbelah dua) pada pasien penderita sindroma Apert (30%). Pada pasien dengan sindroma Apert ini juga tampak ciri khas dengan adanya gigi yang saling tumpang tindih, sehingga terlihat padat.

Retardasi mental terjadi dengan angka yang cukup signifikan pada pasien dengan sindroma Apert. Rata-rata dari Intelligence Quotient (IQ) yang dilaporkan adalah sekitar 74, dengan batas 52 sampai dengan 89.2 Hal ini dapat diakibatkan dikarenakan penutupan sutura (garis tulang kepala) pada tulang tengkorak yang prematur. Ada pada beberapa kasus, didapatkan pula penderita sindroma Apert ini dengan tingkat kecerdasan yang normal. Ada berbagai variasi dari malformasi otak, terutama pada corpus callosum dan struktur limbik, dan juga defek pada migrasi neuronal. Tingkat intelegensia selanjutnya tidak jelas berhubungan dengan tindakan koreksi pembedahan. Penyesuaian atau tindakan terhadap basis kranial dan insidensi celah pada langit-langit dapat berakibat terdapat hilangnya pendengaran, yang kemudian dapat berakibat pada tes kognitif dan bahasa.

Sindroma Apert ini merupakan kelainan dengan mutipel malformasi, dan dengan demikian diperlukannya penanganan dari berbagai pedoman dan dasar medis, atau dengan kata lain pengobatan sindroma Apert ini harus dilakukan dengan multidisipliner. Sebagai dasar awal untuk penanganan bedah, diperlukan adanya evaluasi terhadap keluarga dari penderita yang dievaluasi oleh spesialis genetika, spesialis penyakit mata, dan spesialis perkembangan dan psikolog anak. Yang pada penanganan bedahnya, diperlukan seorang ahli bedah craniofacial, ahli bedah mulut, seorang ahli bedah syaraf. Juga diperlukan masuk kedalam tim penanganan pasien dengan sindroma Apert ini adalah seorang spesialis otolaringologis (THT), dikarenakan adanya kemungkinan terjadinya komplikasi dari jalur nafas termasuk diantaranya adalah obstruksi saluran nafas. Kelainan dari sistem syaraf pusat belum dapat disingkirkan sampai tampak adanya defisit neurologis. Yang terpenting dari semua ini adalah penanganan dan komunikasi internal tim yang baik, sehingga didapatkan hasil yang terbaik bagi pasien dan keluarga pasien.

Venous Cut Down / Vena Seksi , Sebuah Prosedur Penyelamatan Dalam Kegawatdaruratan

Pada tubuh manusia terdapat pembuluh-pembuluh darah yang secara garis besar terbagi atas 3 (tiga) yakni, pembuluh darah arteri, vena dan kapiler. Pembuluh darah arteri membawa darah dari jantung dan mendistribusikannya ke seluruh jaringan tubuh melalui cabang-cabangnya. Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Sedangkan pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah yang menghubungkan antara pembuluh darah arteri dan vena. Pada tulisan ini, akan dibahas mengenai pembuluh darah vena dan peranannya dalam tindakan kegawatdaruratan medis, dalam hal ini adalah dalam tindakan untuk resusitasi cairan.

Pada bidang medis, sering dilakukan prosedur pemasangan selang infus untuk terapi cairan pada pasien dengan pertimbangan untuk memperbaiki kondisi penderita. Namun pada beberapa kasus, akses untuk resusitasi cairan dengan menggunakan pembuluh darah perifer tidak dapat dilakukan maka pada beberapa kondisi ini diperlukannya untuk tindakan Venous cut down , atau vena sectie, atau dinamakan juga dengan akses vena dalam. Akses vena dalam merupakan prosedur untuk mendapatkan akses vaskuler (pembuluh darah), dimana pembuluh darah vena diekspos/dibuka dengan cara pembedahan dan kemudian kanula dimasukkan kedalam pembuluh darah vena yang kemudian digunakan untuk resusitasi cairan pada penderita dengan trauma dan syok hipovolemik (keadaan dimana terjadi kekurangan cairan tubuh yang berlebihan yang berakhir kepada kerusakan organ tubuh akibat kurangnya cairan yang bersirkulasi). Akses vena dalam (venous cutdown ) ini dilakukan hanya jika akses dengan menggunakan pembuluh darah perifer tidak dapat dilakukan dikarenakan kondisi dari fisik atau penyakit dari penderita.

Pada prosedur ini, pembuluh darah vena yang biasanya digunakan adalah vena saphena magna , yakni pembuluh darah vena yang berjalan dari mulai lipatan paha hingga pada punggung kaki. Selain pada vena saphena magna dapat pula digunakan pembuluh darah pada region antecubital (lipatan siku) atau daerah femoral (paha).

Komplikasi pada prosedur operasi ini, dapat terjadi selulitis, phlebitis, hematoma, perforasi pada dinding posterior vena, thrombosis vena, dan dapat pula terjadi kemungkinan kehilangan sensasi raba pada pembuluh syaraf yang terdapat pada daerah luka operasi.

Pentingnya Video Game Bagi Ahli Bedah

Video game saat ini semakin berkembang, resolusi gambar yang semakin meningkat, jenis permainan yang semakin mendekati kenyataan membuat permainan video game semakin diminati. Ada banyak dampak buruk video game yang sudah pernah kita dengar, antara lain : malas makan, malas belajar, gangguan tidur, motorik, psikologis, sampai dengan yang ekstrim bunuh diri.

Seringkali kita dipusingkan dengan anak - anak yang tidak dapat dihentikan saat sedang bermain video game. Ok, memang cukup banyak kejelekan atau dampak negarif dari video game, namun apakah semuanya berdampak negatif?

Baru - baru ini dilaporkan suatu penelitian oleh 33 dokter dari Pusat Kedokteran Beth Israel di New York, AS yang dilibatkan dalam penelitian ini, 9 di antaranya rutin bermain video game minimal tiga jam dalam seminggu. Dibandingkan dokter yang tidak pernah bermain video game, dokter-dokter yang rajin bermain video games ini membuat kesalahan 37 persen lebih rendah, melakukan pembedahan 27 persen lebih cepat, dan mendapat nilai ketrampilan 42 persen lebih tinggi. "Ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa video game dapat meningkatkan kemampuan motorik, koordinasi tangan dan mata, penglihatan, pemahaman ruang, dan kompetensi komputer," ungkap penelitinya, Profesor Douglas Gentile dari Universitas Negeri Iowa, AS. Menanggapi temuan ini, Dr. james Rosser dari Beth Israel menyatakan bahwa video game mungkin cocok untuk melatih para calon dokter bedah.

Jadi kembali lagi bagaimana kita menyikapi tekhnologi yang ada, dapat memberikan keburukan namun juga dapat memberikan manfaat. Intinya pengendalian diri, bagaimana kita dapat berhenti bermain jika sudah waktunya untuk berhenti, ini yang paling sulit.

Mengapa Putra Anda Harus di Sunat?

Sirkumsisi atau yang biasa kita kenal dengan Sunat, adalah kewajiban bagi umat Muslim dan tentunya di Indonesia merupakan tindakan yang sakral, yang memiliki arti budaya penting, terutama pada suku Jawa, terkadang acara syukuran yang diselenggarakan bisa mengalahkan acara pernikahan.

Saat ini secara medis telah banyak diketahui bahwa sunat merupakan tindakan yang baik untuk mencegah ataupun menanggulangi beberapa penyakit dan kelainan pada penis, bahkan terbukti sunat dapat menurunkan resiko penularan HIV.

Sejak dahulu kala sampai dengan zaman modern ini ada berbagai macam tekhnik dan peralatan yang telah dikembangkan untuk memotong kulit (prepusium) yang menutupi “kepala (Glans)” penis.

Adapun indikasi non ritual atau non religius dari sirkumsisi adalah sebagai berikut :

  1. Phimosis

Phimosis merupakan kondisi medis dimana kulit prepusium tidak dapat diretraksi atau ditarik secara penuh agar glans penis dapat terlihat seluruhnya. Hal ini umumnya disebabkan oleh karena penyempitan dari ujung kulit prepusium . Dapat bersifat fisiologis pada anak dibawah 3 tahun (90% kondisi ini akan hilang pada usia 3 tahun). Jika masih didapatkan pada usia >6 tahun maka kondisi in bisa dianggap patologis.

Penyempitan ini akan menyebabkan hambatan aliran kencing (urinary obstruction) dapat sebagian ataupun total. Tekanan balik ke ginjal akan dapat mengganggu fungsinya. Dalam kondisi inilah sirkumsisi perlu dilakukan segera.

  1. Paraphimosis

Merupakan kondisi dimana kulit yang diretraksi hingga glans terlihat tidak dapat dikembalikan menutupi glans dan ini merupakan kondisi yang sangat menyakitkan. Dan membahayakan oleh karena Glans terjelit oleh kulit prepusium. Harus segera dilepaskan dalam anestesi jika gagal sirkumsisi merupakan indikasi.

  1. Zipper Injury (terjepit resleting)

Pada anak yang belum disirkumsisi seringkali secara tidak sengaja prepusium terjepit resleting sehingga kulit dapat cedera mulai dari ringan sampai berat. Dan tentunya jika kulit prepusium telah cedera berat sebaiknya dilakukan sirkumsisi.

  1. Balanitis dan posthitis

Bagi ahli bedah tampaknya balanitis (peradangan glans) dan posthitis (peradangan prepusium) merupakan kondisi yang jelas untuk dilakukan tindakan sirkumsisi. Keduanya memberikan gejala nyeri yang hebat. Pada bayi dapat disebabkan oleh karena penggunaan diapers yang lembab dan dibiarkan terlalu lama, bermain dan duduk pada tempat yang kotor, terapi antibiotika jangka panjang sehingga mengganggu flora normal pada prepusium dan menyebabkan kuman patogen mudah tumbuh. Sering disebabkan oleh Hemolitik Grup A Streptococcus pada anak yang tidak disirkumsisi.

  1. Penyakit – penyakit kulit penis

Antara lain psoriasis, lichen sclerosis, lichen planus, schorrheic dermatitis dan zoon balanitis.

Untuk itu jelaslah disamping memiliki arti Ritual dan Religius penting juga memiliki arti medis penting.

Perawatan Luka Robek Terkelupas (Vulnus Avulsi).

Di Negara kita yang jumlah sepeda motornya sangat tinggi serta kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas yang masih rendah mengakibatkan seringkali terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan berbagai problem bagi pasien.

Vulnus avulsi merupakan kondisi yang sebenarnya cukup sering terjadi namun kurang menjadi perhatian oleh karena seringkali pasien dengan kondisi ini mengalami kondisi yang mengancam nyawa. Seperti cedera kepala berat, patah tulang, dan lain sebgainya. Saat terjadi kecelakaan sepeda motor, kaki penderita yang tidak mengenakan sepatu seringkali bergesekan dengan injakan kaki sepeda motor yang berakibat terkelupasnya kulit pada punggung kaki membentuk flap (lembaran) kulit dengan bagian yang masih melekat pada sisi proksimal(sisi yang mendekati batang tubuh) dari kaki. Biasanya penjahitan yang dilakukan secara sekilas menunjukkan hasil klinis yang memuaskan, namun evaluasi yang kurang baik dari jaringan yang mengalami avulsi akan menyebabkan kulit yang dijahit akan mati dan justru menjadi media yang subur bagi kuman untuk tumbuh, seperti gambar dibawah.

Pada kondisi ini pengelolaan terhadap vulnus avulsi sudah sesuai standar tindakan, dilakukan evaluasi terhadap vitalitas, penjahitan yang tidak tegang dan rapat, pencucian luka yang baik, dilanjutkan dengan pemberian antibiotika yang baik. Namun pada kondisi tertentu hal diatas tidak dapat dihindari.

Pengelolaan selanjutnya adalah bagaimana membersihkan jaringan yang mati dan mempercepat proses untuk penutupan luka ( jika dibiarkan epitelisasi tumbuh sendiri dibutuhkan  waktu hingga beberapa bulan dengan berbagai resikonya). Pada kasus telah dilakukan debridement (pencucian dan pembuangan jaringan mati) dengan mengangkat jaringan kulit yang mati menggunakan blok anestesi lokal pada pergelangan kaki. TIndakan ini sederhana, murah dan mudah dilakukan diruangan serta nyaman bagi pasien, selanjutnya dilakukan perawatan luka selama beberapa hari sampai didaptkan jaringan granulasi yang siap ditandur kulit dengan STSG ( Split Thickness Skin Graft) dari kulit paha penderita. Dalam waktu satu minggu luka sudah diterima dengan baik tertutup epitel Graft dan lokasi donor di paha sembuh dalam 2 minggu.

Apakah penyebab Meninggalnya Mariana Bridi da Costa?

Sungguh tragis apa yang dialami oleh Mariana Bridi da Costa seorang model Brazil usia 20 tahun. Seperti banyak diberitakan di Internet Mariana Bridi Da Costa jatuh sakit pada Desember 2008 saat dokter pertama kali mendiagnosis (beberapa media menyatakan sebagai misdiagnosis ) dengan batu ginjal . Saya pribadi lebih berhati-hati dengan pernyataan tersebut. Dengan tidak mengurangi rasa prihatin dan belasungkawa terhadap almarhumah saya mencoba mengangkat sisi ilmu bedah dari kasus ini secara berimbang dari sudut pandang seorang dokter yang berkecimpung dibidang Ilmu Bedah.

Seperti yang diberitakan oleh CNN pada 3 Januari 2009 Mariana dilarikan ke RS Dorio Silva oleh karena mengalami syok Septik yang diduga akibat infeksi Pseudomonas aeruginosa (wikipedia) , yang resisten terhadap berbagai jenis antibiotika. Secara cepat Mariana mengalami septikemia (infeksi berat dimana didapatkan kuman dalam aliran darah) dan berlanjut menjadi nekrotik septikemia yang mengakibatkan yang bersangkutan harus menjalani prosedur amputasi pada tangan dan kakinya. CNN menambahkan bahwa sebagian dari usus dan kedua ginjal salah satu finalis MissWorld ini harus diangkat.

Bagaimana proses yang terjadi mungkin dapat dipahami oleh dokter yang menangani, namun hanya sedikit yang diketahui mengenai apa yang memicu terjadinya proses ini. Catatan rumah sakit yang merawat mengenai sebab kematian adalah : severe sepsis, urinary infection and abdominal bleeding which led to the failure of multiple organs (wikipedia).

Pseudomonas aeruginosa merupakan penyebab yang jarang dari infeksi saluran kencing. Adanya batu ginjal sendiri merupakan faktor resiko untuk terjadinya infeksi pada saluran kencing. Jadi sebenarnya adanya batu saluran kencing yang dapat berlanjut menjadi kematian bukanlah tidak mungkin meskipun merupakan kasus yang jarang terjadi apalagi pada usia muda dan sehat. Jika benar infeksi yang dialami Mariana berasal dari saluran kemih, maka penyakit yang dialaminya dapat disebut sebagai urosepsis yaitu suatu kondisi terjadinya sindroma peradangan sistemik yang diakibatkan oleh bakteri yang berasal dari saluran kemih tersebut.

Adanya kondisi SIRS (Systemic Inflammatory Response Syndrome) atau sindroma inflamasi sistemik yang ditandai dengan suhu yang tinggi atau sangat rendah, nadi yang sangat cepat, lekositosis(peningkatan sel darah putih), pernafasan yang cepat dimana dapat  dibuktikan bahwa ini semua disebabkan oleh adanya suatu infeksi baik lokal maupun sistemik maka kondisi inilah yang disebut dengan sepsis. Bagaimana infeksi lokal dapat menyebabkan sepsis? … Oleh karena bakteri dapat menghasilkan toksin, baik endotoksin maupun eksotoksin, inilah yang beredar kedalam darah dan menyebabkan reaksi SIRS tersebut. Sementara pada kondisi Mariana Pseudomonas telah menyebar kedalam aliran darah (kondisi yang dikenal dengan bakteriemia) yang menyebabkan SIRS inilah yang disebut dengan septikemia. Jadi kondisi septikemia ini merupakan kondisi yang sangat berat karena SIRS yang terjadi disebabkan oleh bakteri yang telah menyebar ke dalam aliran darah Mariana yang artinya bakteri telah menyebar keseluruh tubuh.

Kondisi Septikemia ini merusak sistem pertahan tubuh, dan pada akhirnya merusak keseimbangan tubuh dan berakhir dengan multi organ disfungsi yang terus berlanjut menjadi gagal multi organ, untuk menjaga organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh “mengorbankan” organ yang “tidak begitu penting” yaitu anggota gerak dan aliran darah ke usus. Akibatnya tangan dan kaki yang tidak mendapat asupan darah dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan nekrosis atau kematian inilah yang disebut dengan nekrotik septikemia. Sementara organ usus yang juga ikut dikorbankan pada Mariana pada akhirnya harus menjalani proses reseksi atau pembuangan sebagian usus yang sudah nekrotik. Selain itu septikemia yang diakibatkan oleh pseudomonas sendiri menyebabkan kerusakan jaringan yang parah.

Setelah tim dokter berjuang dengan bantuan doa dari seluruh penjuru dunia selama beberapa minggu , pada akhirnya 24 Januari 2009 Mariana tidak sanggup lagi berjuang untuk melawan penyakit yang dideritanya.

Pada akhirnya, kondisi yang dialami Almarhumah memang begitu berat, yang masih menyisakan pertanyaan apa gerangan penyebab infeksi Pseudomonas disaluran kemihnya yang menyebar dengan cepat keseluruh tubuh. Satu yang perlu diwaspadai bagi kita, kondisi batu pada saluran kemih harus menjadi perhatian dan pseudomonas yang memiliki habitat hidup pada tanah yang lembab, dinegara asal Mariana Brazil seperti halnya Indonesia memiliki pola tanah lembab yang sangat baik untuk “dihuni” oleh  Pseudomonas , dan dapat berpindah dengan mudah kedalam luka yang kita alami, atau kedalam luka operasi pasien melalui tangan kita yang sudah terkontaminasi tanah yang mengandung Pseudomonas .

Kesimpulan : berhati-hatilah saat kita berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk teman, keluarga , atau tetangga yang sakit. Saat kita berjalan kerumah sakit, hampir pasti kita akan menginjak tanah lembab. Kecerobohan kita yang sembarangan menyentuh pasien dapat memindahkan kuman tersebut , dalam kondisi lemah, mudah sekali bagi kuman tersebut masuk melalui berbagai jalur : luka operasi, infus, saluran kemih, dll Semoga semua ini dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua, dan bagi Almarmuhah dapat diterima semua amal perbuatannya selama hidup, dapat dikenang dan menjadi panutan bagi masyarakat banyak.

Hati-Hati Sakit Gigi! Ludwig Angina datang Nyawa Taruhannya

Sakit gigi seringkali dianggap hal remeh, cukup beli obat di warung atau beli saja obat tradisional selesai sudah masalahnya. Namun jika sakit gigi sudah bertambah parah, barulah dokter gigi dicari. Lalu, apa hubungannya dengan Bedah?

Adalah Ludwig Angina sebagai suatu penyakit kegawatdaruratan Bedah Onkologi, merupakan terjadinya penyebaran infeksi secara difus progresif dengan cepat yang menyebabkan timbulnya infeksi dan tumpukan nanah pada daerah rahang bawah kanan dan kiri (submandibula) dan dagu (submental) serta bawah lidah (sublingua), yang dapat berlanjut menyebabkan gangguan jalan nafas dengan gejala berupa perasaan tercekik dan sulit bernafas secara cepat ( serupa dengan pada saat terjadinya serangan jantung yang biasa dikenal dengan Angina Pektoris). Sedangkan Ludwig sendiri berasal dari nama seorang Ahli Bedah Jerman Wilhem Von Ludwig yang pertama melaporkan kasus tersebut.

Semua berawal dari infeksi pada gigi (odontogenik) statistik menunjukkan bahwa 90% kasus diakibatkan oleh odontogenik, dan 95% kasus melibatkan submandibula bilateral dan gangguan jalan nafas merupakan komplikasi yang berbahaya dan seringkali merenggut nyawa. Sebelum era antibiotika kematian mencapai angka 50% dari seluruh kasus yang dilaporkan, sejalan dengan perkembangan antibiotika, perawatan bedah yang baik, serta tindakan yang cepat dan tepat saat ini angka kematian (mortalitas) "hanya" 8% dimana berarti 8 orang akan meninggal dari setiap 100 orang yang menderita penyakit ini. Angka yang sangat tinggi jika yang kita bicarakan adalah nyawa manusia.

Lalu bagaimanakah infeksi gigi yang seringkali diremehkan dapat menjadi begitu membahayakan? Infeksi gigi yang sering menjadi Ludwig Angina adalah infeksi pada gigi molar 2,3. Infeksi menjalar dengan cepat menuju ruang submandibula submental, sublingua, dan menyebrang keruang submandibula kontralateral. Kuman yang menyebabkannya dilaporkan bersifat multibakterial (terdiri lebih dari satu jenis bakteri) pada 50-90% kasus, 50% diantaranya didapatkan bakteri anaerob. Dimana Stafilokokus, streptokokus sebagai bakteri aerob yang terbanyak, dan bakteriodes sebagai penyebab bakteri anaerob terbanyak. Oleh sebab itu diperlukan pula modalitas antibiotika spektrum luas dan kombinasi beberapa antibiotika yang mampu melawan bakteri gram negatif dan positif serta aerob dan anaerob.

Seringkali diperlukan tindakan pengamanan jalan nafas dengan jalan melubangi tenggorokan dan memasang selang nafas disana (trakeostomi). Dan tentunya tindakan pengeluaran nanah (pus) segera adalah tindakan yang harus dilakukan oleh Ahli Bedah, meliputi pengeluaran nanah dari setiap rongga pada leher yang terkena infeksi dan terdapat kumpulan pus. Jika penyakit ini berlanjut, maka terdapat 11 rongga potensial pada leher yang dapat dimasuki infeksi dan pus tersebut. Bayangkan seperti apa irisan yang harus dilakukan oleh seorang ahli bedah untuk dapat membersihkan pus tersebut.

Bagi anda yang menderita sakit gigi saat ini, segeralah berobat ke dokter gigi sebelum harus berurusan dengan Ahli Bedah.

Usus Buntu (Appendiks) Tercipta Bagi Ahli Bedah

Ada suatu "Joke" dikalangan ahli bedah bahwa usus buntu atau appendiks adalah tercipta bagi ahli bedah, cukup tingginya angka kejadian apendisitis akut yang memerlukan tindakan bedah tentunya akan memberikan pendapatan bagi ahli bedah sebagai imbalan atas jasa yang dilakukannya. Benarkah demikian?

Babi, hewan yang sebagian orang anggap sebagai makanan lezat sebagian lagi menganggap sebagai makhluk yang menjijikkan , najis. Namun ahli bedah menghargainya sebagai spesies yang memiliki jenis dan susunan organ intra abdomen (perut) yang menyerupai manusia. Babi digunakan sebagai hewan latih dalam melatih skill untuk melakukan tindakan bedah laparoscopy, oleh karena kemiripan organ susunan organ internal mereka dengan manusia. Babi menjadi "guru" bagi ahli bedah, namun ada satu hal yang berbeda, babi tidak memiliki apendiks. Lalu mengapa jika susunan dan jenis organ intra abdomen babi identik dengan manusia , Allah menciptakan usus buntu pada manusia ? Benarkah usus buntu memang tercipta bagi ahli bedah.

appendiks Appendiks merupakan organ berbentuk tabung, dengan panjang sekitar 10 cm (orang dewasa), lebarnya separo jari kelingking, jadi merupakan ruangan yang sangat sempit. Lubangnya sempit di bagian pangkal dan melebar di bagian ujung. Namun, pada bayi appendiks berbentuk kerucut, lebar pada pangkalnya dan menyempit kearah ujungnya. Appendiks berpangkal di sekum (bagian usus besar didekat perbatasan antara usus halus dan usus besar).

Fungsi appendiks masih mengalami banyak perdebatan, namun para ahli meyakini antara lain sebagai berikut :

1. Berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh

Antara lain menghasilkan Immunoglobulin A (IgA) seperti halnya bagian lain dari usus. IgA merupakan salah satu immunoglobulin (antibodi) yang sangat efektif melindungi tubuh dari infeksi kuman penyakit. Loren G. Martin, professor fisiologi dari Oklahoma State University , berpendapat bahwa appendiks memiliki fungsi pada fetus dan dewasa. Telah ditemukan sel endokrinpada appendiks dari fetus umur 11 mingguyang berperanan dalam mekanisme kontrol biologis (homeostasis)." Pada dewasa, Martin berpendapat bahwa appendiks sebagai organ limfatik. Dalam penelitiannya terbukti appendiks kaya akan sel limfoid , yang menunjukkan bahwa appendiks mungkin memainkan peranan pada sistem imun. Pada dekade terakhir para ahli bedah berhenti mengangkat appendiks saat melakukan prosedur pembedahan lainnya sebagai suatu tindakan pencegahan rutin, pengangkatan appendiks hanya dilakukan dengan indikasi yang kuat, oleh karena pada kelainan saluran kencing tertentu yang membutuhkan kemampuan menahan kencing yang baik (kontinen) , appendiks telah terbukti berhasil ditransplantasikan kedalam saluran kencing yang menghubungkan buli (kandung kencing ) dengan perut sehingga menghasilkan saluran yang kontinen dan dapat mengembalikan fungsional dari buli.

2. Appendiks dianggap sebagai struktur vestigial yang tidak memiliki fungsi apapun bagi tubuh.

Dalam teori evolusi, Joseph McCabe mengatakan:

The vermiform appendage—in which some recent medical writers have vainly endeavoured to find a utility—is the shrunken remainder of a large and normal intestine of a remote ancestor. This interpretation of it would stand even if it were found to have a certain use in the human body. Vestigial organs are sometimes pressed into a secondary use when their original function has been lost.

Menurut Darwin Appendiks dulunya berguna dalam mencerna dedaunan seperti halnya pada primata. Sejalan dengan waktu, kita memakan lebih sedikit sayuran dan mulai mengalami evolusi, selama ratusan tahun, organ ini menjadi semakin kecil untuk memberi ruang bagi perkembangan lambung. appendiks kemungkinan merupakan organ vestigial dari manusia prasejarahyang mengalami degradasi dan hampir menghilang dalam evolusinya. Bukti dapat ditemukan pada hewan herbivora seperti halnya Koala. Sekum dari koala melekat pada perbatasan antara usus besar dan halus seperti halnya manusia, namun sangat panjang , memungkinkan baginya untuk menjadi tempat bagi bakteria spesifik untuk pemecahan selulosa. Sejalan dengan manusia yang semakin banyak memakan makanan yang mudah dicerna, mereka semakin sedikit memakan tanaman yang tinggi selulosa sebagai energi. Sekum menjadi semakin tidak berguna bagi pencernaan hal ini menyebabkan sebagian dari sekum semakin mengecil dan terbentuklah appendiks.

Teori evolusi menjelaskan seleksi natural bagi appendiks yang lebih besar oleh karena appendiks yang lebih kecil dan tipis akan lebih baik bagi inflamasi dan penyakit.

3. Menjaga Flora Usus

William Parker, Randy Bollinger, and colleagues at Duke University mengajukan teori bahwa appendiks menjadi surga bagi bakteri yang bergunasaat penyakit menghilangkan semua bakteria tersebut dari seluruh usus. Teori ini berdasarkan pada pemahaman baru bagaimana sistem imun mendukung pertumbuhan dari bakteri usus yang berguna. Terdapat bukti bahwa appendiks sebagai alat yang berfungsi dalam memulihkan bakteri yang berguna setelah menderita diare.

Pada akhirnya semua makhluk yang diciptakan Allah adalah dengan maksud dan tujuan tertentu. Kita harus menghargai setiap spesies dan organ yang ada padanya sebagai sesuatu yang memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.

Steve Jobs “Sang Apple” terkena Kanker Pankreas

dari apple.com

Steve jobs sang maestro dibidang komputer, pendiri dan CEO dari perusahaan Apple, pada 31 Juli 2004 telah menjalani prosedur operasi whipple yang dilakukan ahli bedah digestif oleh karena menderita kanker pankreas, secara spesifik hasil pemeriksaan histopatologis menunjukkan suatu islet cell neuroendocrine tumor.

Steve Job sangat beruntung tidak mengalami rekuren dari kanker pankreas yang dialaminya. Menurut statistik 35,000 orang didiagnosis dengan kanker pankreas setiap tahun dan 35,000 meninggal setiap tahun (data yang terdiagnosis dan meninggal tidak menunjukkan 5 years survival rate). Satu dari 10 pasien dapat menjalani prosedur whipple; 20% diantaranya meninggal dimeja operasi oleh karena perdarahan; 3% dari mereka meninggal dalam tahun pertama meskipun telah menjalani kemoterapi dan radioterapi. Prosedur ini membuat Job harus makan secara berbeda. Semoga Job masih akan dapat melalui tahun-tahun kedepan dalam kondisi yang optimal untuk dapat melahirkan ide-ide brilian lainnya: ipod, iphone dan apalagi? Semoga kanker pankreas tidak menghentikan semangat juangnya sebagai manusia jenius dan cerdik dibidang komputer.

Apa dan bagaimanakah sebenarnya penyakit ini?

Penyakit kanker merupakan penyakit yang masih menjadi momok untuk dibicarakan, penyakit yang sangat mengerikan bagi orang awam, dan pada kenyataannya sampai saat ini memang kanker merupakan penyakit yang banyak menguras tenaga, pikiran, dan biaya yang tidak sedikit dari semua pihak, baik dokter sebagai peneliti, maupun pasien yang mengalaminya.

Penyakit kanker secara umum membutuhkan pengelolaan yang tepat pada saat yang tepat pula dengan menggunakan modalitas yang terpadu secara simultan. Sebagai persamaan, ibarat bertempur, semua modalitas senjata yang ada harus digunakan secara tepat. Bayangkan seandainya kita menyerang menggunakan “bom kemoterapi” secara membabi buta dan tidak tepat baik jenis dan dosis serta waktunya, maka bom tersebut justru memusnahkan pasukan kawan dalam hal ini sel normal. Demikianlah perjuangan melawan sel kanker, seringkali dibutuhkan multimodalitas : pembedahan, kemoterapi, radioterapi, hormonal dan imunoterapi. Beberapa atau bahkan semua dari modalitas ini terkadang diperlukan tergantung jenis histopatologis sel ganas tersebut.

Pancreatic islet cells merupakan bagian dari sistem neuroendocrine pada usus dan sistem endokrin pankreas. Islet cells biasanya dikenal dengan sel APUD. Merupakan tumor yang jarang, dapat bermanifestasi sebagai tumor sporadik atau sebagai suatu bagian dari suatu sindroma, termasuk multiple endocrine neoplasia type 1(MEN 1) dan penyakit von Hippel–Lindau (VHL) . Islet cell tumors dapat bersifat fungsional ataupun non fungsional; meskipun non fungsional islet cell tumors tidak jarang ditemukan pada otopsi, namun kebanyakan islet cell tumors dengan manifestasi klinis adalah fungsional.

Penegakkan diagnosis dan lokasi serta penyebaran sel ganas adalah penting dalam keputusan terapi apakah bersifat paliatif atau kuratif. Dalam hal ini Steve Job menjalani prosedur whipple dengan harapan untuk mendapatkan hasil kuratif. Berikut gambar dari Mayo clinic mengenai ilustrasi prosedur tersebut.

whipple

whipple post operatif

Variant dari kanker yang dialami Jobs adalah well-differentiated pancreatic neuroendocrine tumor ( pancreat islet cell tumor), umumnya muncul pada daerah badan atau ekor dari pancreas (dimana terdapat konsentrasi tertinggi dari sel islet). Sehingga, prusedur pemebdahan yang diperlukan adalah distal pancreatectomy. Jenis pembedahan ini biasanya tidak memerlukan reseksi usus ( tergantung pada ukuran dan penyebaran tumor) dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih singkatdibandingkan pancreaticoduodenectomy (gambar atas). Prosedur Whipple (pancreaticoduodenectomy) biasanya dilakukan untuk mereseksi karsinoma yang melibatkan korpus dari pancreas. Dalam hal ini kelihatannya tumor dari Job tumbuh didaerah yang tidak umum sehingga terpaksa dilakukan whipple.

Benarkah Jamu Bikin Lambung Bocor?

Mungkin sudah banyak beredar informasi dikalangan Dokter bahkan masyarakat luas bahwa jamu dapat menyebabkan kebocoran pada lambung ( perforasi gaster ). Benarkah demikian?

Jika kita berbicara mengenai hal ini, tentunya harus sangat berhati-hati dan bertanggungjawab, mengapa? Karena jamu merupakan obat tradisional Indonesia dan merupakan warisan budaya nenek moyang, bayangkan dampaknya bagi masyarakat luas dan pihak asing yang mendengar pernyataan yang kurang bertanggungjawab, "jamu Indonesia membahayakan bisa membuat lambung bocor" . Tentu efeknya akan sangat merugikan bangsa kita sendiri.

Tapi seandainya hal ini benar , jangan sampai juga kita terlambat memberikan informasi ini kepada masyarakat. Lalu bagaimana? Manakah yang benar?

Jika merujuk pada evidence base medicine -nya : perforasi gaster didahului oleh tukak peptik ( PUD = Peptic Ulcer Disease) terbanyak disebabkan oleh infeksi dari Helicobacter pylori dan konsumsi obat golongan  antiinflamasi non steroid (NSAID) .

  • Data dari Amerika, 70% dari PUD disebabkan oleh infeksi H pylori .
  • NSAID menyebabkan sekitar 25% dari PUD yang merupakan akibat sekunder dari penurunan produksi prostaglandin yang diakibatkan oleh inhibisi dari cyclooxygenase .

Untuk di Indonesia belum terdapat data yang jelas, namun tentunya dapat kita simpulkan bahwa infeksi dari H pylori sebagai penyebab dari tukak peptik yang dapat berlanjut menjadi perforasi gaster.

Lalu apa hubungannya dengan jamu? Mari kita kembali pada beberapa waktu yang lalu, santer diberitakan diberbagai media masa bahwa terdapat 54 produk jamu yang tidak terdaftar pada BPOM dan mengandung bahan kimia berbahaya. Bahan yang banyak digunakan antara lain sibutramin, hidroklorida, sildenafil sitrat, siproheptadin, fenilbutason, asam mefenamat, prednison, metampiron, teofilin, dan parasetamol . Semua dalam penggunaannya memerlukan resep dokter.

Penggunaan bahan kimia obat keras secara sembarangan sangat berbahaya bagi kesehatan. Sildenafil sitrat , misalnya, dapat menyebabkan sakit kepala, mual, nyeri perut, nyeri dada, dan bahkan kematian. Adapun Metampiron dapat menyebabkan gangguan saluran cerna, pendarahan lambung, gangguan ginjal, dan bahkan kematian. Prednison merupakan Steroid yang dapat menyebabkan tukak lambung jika digunakan secara tidak tepat.

Jadi jelaslah mengapa JAMU DAPAT MENYEBABKAN KEBOCORAN LAMBUNG, bukan disebabkan oleh karena JAMU itu sendiri , namun bahan -bahan kimia tertentu yang secara tidak bertanggungjawab dimasukkan kedalam produk jamu tersebut.

Selama bertugas dibagian Bedah RS Dr. Kariadi, beberapa kali saya menjumpai kasus perforasi gaster, dengan adanya riwayat mengkonsumsi jamu pegel linu secara rutin. Setelah dikonfirmasi lebih jauh, ternyata jamu-jamuan yang mereka konsumsi memang bukan berasal dari produk yang terdaftar pada BPOM.

Kesimpulannya : Berhati-hatilah saat hendak mengkonsumsi jamu,  pastikan bahwa  jamu  tersebut telah terdaftar  pada  BPOM,  konsumsilah  jamu  secara  bertanggungjawab. Yang dimaksud  dengan  bertanggungjawab disini adalah mengkonsumsi secara hati-hati dan tidak berlebihan (oleh karena produk jamu tidak memiliki dasar penelitian farmakologis yang mendalam sehingga dosis dan waktu pemberian harus berhati-hati). Hentikan konsumsi jamu tersebut jika terdapat nyeri pada perut bagian atas dan segerah berkonsultasi pada dokter anda.